Respon Cepat Lapas Pekanbaru Tangani Aduan Bau Limbah, Kalapas Turun Langsung Cek Sanitasi
Pekanbaru,(Riausindo.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru bergerak cepat menindaklanjuti aduan masyarakat terkait bau tidak sedap yang diduga berasal dari pengelolaan limbah septic tank di lingkungan sekitar lapas, Senin (30/3/2026).
Aduan warga muncul setelah adanya aroma menyengat yang diduga bersumber dari sistem sanitasi dan pengolahan limbah di area Lapas Pekanbaru. Keluhan tersebut sempat menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, bersama jajaran langsung turun tangan melakukan pengecekan internal. Selain itu, pihak Lapas juga berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau serta instansi terkait lainnya.
Penanganan dilakukan pada Senin (30/3/2026) di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru, menyusul munculnya laporan masyarakat di sekitar lokasi.
Dugaan sementara, bau tidak sedap berasal dari penumpukan limbah pada septic tank. Namun, pihak Lapas masih melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan sumber pasti permasalahan dan mencegah dampak lingkungan lebih lanjut.
Sebagai langkah awal, Kalapas Yuniarto langsung menginstruksikan pengecekan menyeluruh terhadap sistem sanitasi dan instalasi pengolahan limbah. Lapas juga memanggil jasa sedot septic tank guna mengurangi potensi penumpukan limbah yang menjadi sumber bau.
Tak hanya itu, Lapas Pekanbaru bersama Kanwil Ditjenpas Riau akan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup serta pihak teknis lainnya untuk melakukan evaluasi lanjutan agar pengelolaan limbah berjalan sesuai standar.
Pihak Lapas juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Selain itu, Lapas membuka ruang komunikasi bagi warga untuk menyampaikan laporan maupun masukan sebagai bagian dari komitmen transparansi pelayanan publik.
Dengan langkah cepat ini, diharapkan persoalan bau limbah segera teratasi dan tidak kembali mengganggu warga. Sinergi antara Lapas, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan bersama.
( Ocu Ad )
Tulis Komentar