Narkoba, PETI, Karhutla hingga Jambret Bersenjata Dipantau, Polda Riau Perkuat Patroli

PEKANBARU, Riausindo.com – Beragam persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi perhatian Polda Riau. Mulai dari peredaran narkotika, aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga kejahatan jalanan terus dipantau melalui patroli, deteksi dini dan penegakan hukum.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas di Bumi Lancang Kuning tetap kondusif. Polisi tidak hanya bergerak setelah terjadi gangguan, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap potensi kerawanan.

“Situasi kamtibmas secara umum tetap terkendali. Namun kami tidak ingin lengah,” ujar Akmadi, Selasa (29/9/2026).

Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan di lapangan sekaligus terhadap dinamika yang berkembang di ruang digital. Setiap informasi yang masuk akan diverifikasi sebelum ditindaklanjuti oleh satuan terkait.

Sektor narkotika menjadi salah satu fokus penegakan hukum. Sejumlah pengungkapan dilakukan jajaran kepolisian, di antaranya kasus peredaran sembilan butir ekstasi di Bagan Sinembah yang berujung pada penangkapan dua orang.

Kasus lainnya terjadi di Kandis. Polisi mengamankan dua tersangka dengan barang bukti sabu seberat 7,68 gram. Pengungkapan perkara narkotika juga dilakukan di wilayah Dumai dan Kampar Kiri Hilir.

Tak hanya narkoba, aktivitas PETI turut menjadi perhatian. Di Kuantan Singingi, Polsek Cerenti memusnahkan empat rakit dompeng yang ditemukan di Desa Banjar Nan Tigo.

Sementara itu, potensi karhutla tetap diantisipasi meski kondisi kebakaran di sejumlah wilayah telah terkendali. Personel terus melakukan patroli dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar.

“Jangan menunggu muncul api baru bergerak. Deteksi dini harus berjalan sampai tingkat wilayah,” kata Akmadi.

Polda Riau juga meningkatkan perhatian terhadap kejahatan jalanan di Pekanbaru. Hal ini menyusul laporan penjambretan yang melibatkan senjata yang diduga airsoft gun.

Petugas telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara. Tim Inafis turut dilibatkan, sementara rekaman CCTV ditelusuri untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa dan mengidentifikasi pelaku.

Akmadi mengatakan pendekatan kepolisian dilakukan secara menyeluruh. Selain penegakan hukum, jajaran Polda Riau menjalankan program Tim Raga, Green Policing dan Jalur untuk memperkuat pencegahan, pelayanan masyarakat serta perlindungan lingkungan.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak ikut memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Foto dan video lama yang kembali beredar, khususnya yang diklaim sebagai kejadian terbaru, harus dipastikan terlebih dahulu kebenarannya.

“Kami ingin ruang publik tetap sehat dan masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Informasi dari masyarakat sangat penting, tetapi harus diikuti verifikasi agar respons yang diberikan tepat,” jelasnya.

Polda Riau memastikan patroli, deteksi dini dan respons cepat akan terus diperkuat. Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan segera melaporkan tindak pidana maupun potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman,” tutup Akmadi.

( Ocu Ad  )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]