HUT Lantas ke-71, Kapolda : Polisi Harus Cepat Hadir Ketika Masyarakat Membutuhkan
PEKANBARU, Riausindo.com – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyoroti persoalan lingkungan yang terus menghantui Riau, terutama deforestasi dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pesan itu disampaikan dalam momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026.
Herry menegaskan, usia 71 tahun Korps Lalu Lintas Polri harus menjadi momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan kecepatan pelayanan, sekaligus memperluas peran polisi dalam menjawab persoalan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Herry saat doa bersama dan syukuran HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 dengan tema “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri” di Aula Tribrata Mapolda Riau, Selasa (22/9/2026).
“71 tahun merupakan perjalanan panjang pengabdian dari Korps Lalu Lintas Polri dan sejarah tersebut membentuk kepercayaan masyarakat. Namun, kepercayaan hanya dapat kita jaga melalui integritas, sekali lagi integritas,” tegas Herry.
Menurutnya, polisi tidak cukup hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Kehadiran personel harus cepat, humanis dan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi bagian dari penyelesaian persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Yang pertama yang kita lihat memberikan rasa aman, ketenteraman di masyarakat. Yang kedua, polisi harus bisa hadir secara cepat ketika masyarakat membutuhkan, quick response-nya berapa, berapa detik, berapa menit,” ujarnya.
Herry kemudian mengaitkan peran Polantas dengan persoalan lingkungan yang menjadi tantangan serius di Riau. Ia menyebut degradasi lingkungan, deforestasi dan karhutla sebagai persoalan yang harus ditangani bersama.
“Yang utama adalah di Riau ini ada masalah lingkungan yang terus terdegradasi karena kita tidak bersama-sama untuk menjaga alam. Degradasi lingkungan ada dua: deforestasi dan karhutla yang terus-menerus,” katanya.
Ia bahkan mempertanyakan mengapa persoalan asap akibat karhutla terus berulang setiap tahun.
“Apakah kita tidak bosan? Tiap saat, tiap tahun kita mengirim udara yang tidak sehat. Apakah kita tidak bosan tiap tahun kita apel deploy pasukan?” ucap Herry.
Kapolda Riau mendorong langkah pencegahan lingkungan dilakukan jauh sebelum bencana terjadi. Salah satunya dengan gerakan penanaman pohon secara berkelanjutan.
“Menanam pohon bukan untuk memadamkan api di 2027, menanam pohon di 2026 bukan memadamkan api di 2028 bahkan 2030, tetapi insyaallah kita akan merasakan di 20 tahun atau 15 tahun setelah kita menanam pohon secara serentak,” jelasnya.
Herry juga meminta Polantas memperluas edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, personel lalu lintas memiliki ruang yang besar untuk menyampaikan pesan lingkungan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari.
“Polisi lalu lintas harus bisa juga memberikan pencerahan di lingkungan sepanjang jalan,” katanya.
Karena itu, program Polantas Go to School didorong tidak hanya berisi edukasi keselamatan berlalu lintas, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada pelajar sebagai generasi penerus.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan perjalanan 71 tahun Korps Lalu Lintas harus menjadi energi untuk menghadapi tantangan ke depan.
“71 tahun merupakan perjalanan panjang pengabdian Korps Lalu Lintas Polri. Tiap tanggal 22 September, kita memperingati perjalanan fungsi lalu lintas yang terus beradaptasi dalam kehidupan yang kian kemajuan,” kata Jeki.
Menurut Jeki, sejarah panjang Korps Lalu Lintas tidak boleh berhenti sebagai catatan masa lalu. Pengabdian tersebut harus menjadi pijakan untuk memperkuat profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sejarah tidak boleh berhenti sampai di sini, sejarah harus menjadi energi untuk masa depan,” tegasnya.
Jeki juga menekankan pentingnya membangun kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengemudi ojek daring, angkutan umum, angkutan barang dan logistik, komunitas otomotif, dunia pendidikan hingga masyarakat luas.
“Mereka bukan sekadar objek pengakuan, tapi juga mitra dan subjek untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.
Ia berharap HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun lalu lintas yang presisi serta berintegritas.
“Mari kita jadikan Hari Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan, mewujudkan integritas, mewujudkan lantas yang presisi, untuk mewujudkan Indonesia Emas dan Indonesia yang bermartabat,” tutup Jeki.
( Ocu Ad )
Tulis Komentar