Pemuda Pasien RSJ Ditemukan Tewas Tergantung di Belakang RS Unri Pekanbaru
PEKANBARU,Riausindo.com — Warga dan petugas keamanan dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pemuda yang ditemukan tergantung di pepohonan kawasan belakang RS Universitas Riau (Unri), Jalan HR Soebrantas, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban diketahui bernama CA (23), warga Kepulauan Meranti yang tercatat sebagai pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua pekerja bangunan, Artadi (46) dan Murzali (53), yang saat itu tengah mengerjakan renovasi masjid di dalam kompleks kampus Unri.
Keduanya melihat sosok laki-laki tergantung di salah satu pepohonan di belakang RS Unri dan kemudian melaporkan temuan tersebut kepada petugas keamanan.
Laporan itu kemudian diteruskan secara berjenjang hingga ke Polsek Binawidya. personel Piket Fungsi Polsek Binawidya yang dipimpin Wakapolsek Binawidya AKP Sony JR, S.H. bersama Kanit Reskrim selaku Pawas IPTU Martin Luther Munthe, S.H., tiba di lokasi.
Polisi langsung memasang garis polisi dan mengamankan lokasi untuk mencegah warga maupun mahasiswa mendekati tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Binawidya melalui Kanit Reskrim Polsek Binawidya IPTU Martin Luther Munthe, S.H., menjelaskan, korban ditemukan pertama kali oleh dua pekerja bangunan yang sedang melakukan renovasi masjid di kompleks kampus Unri.
Setelah melihat jasad tergantung di pepohonan belakang RS Unri, keduanya segera memberitahukan temuan itu kepada petugas keamanan yang kemudian meneruskannya kepada pihak kepolisian.
"Setelah menerima laporan, personel Polsek Binawidya langsung mendatangi TKP dan melakukan pengamanan lokasi. Kami juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Pekanbaru untuk melakukan olah TKP," jelas Kanit Reskrim.
Dari proses penyelidikan awal, identitas korban kemudian diketahui setelah seorang petugas keamanan RSJ Tampan, Budiman Santoso (49), datang dan mengenali korban sebagai pasien RSJ Tampan yang sebelumnya dilaporkan melarikan diri pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Setelah proses olah TKP selesai, jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian kejadian tersebut untuk memastikan seluruh fakta di balik meninggalnya korban.
( Nurhayati )
Tulis Komentar