KKN UMRI Sulap Lahan Jadi Kebun TOGA, Diserahkan untuk Warga Tuah Negeri

PEKANBARU,(Riausindo.com) – Pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) meninggalkan jejak nyata di Kelurahan Tuah Negeri, Kota Pekanbaru. Sebuah kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dibangun mahasiswa bersama masyarakat resmi diserahkan kepada pihak kelurahan pada Minggu (30/8/2026).

Kebun tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pemanfaatan lahan sekaligus edukasi bagi warga untuk mengenal tanaman herbal yang dapat tumbuh di lingkungan sekitar.

Tak sekadar penghijauan, kebun TOGA itu ditanami berbagai tanaman, di antaranya kumis kucing, binahong, jahe merah, kunyit hitam, keji beling, sirih, pohon jarak, lidah buaya, serai, dan kencur.

Program tersebut digarap oleh 25 mahasiswa KKN Kelompok 10 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Radhiyatul Fitri, M.Ag. Prosesnya dilakukan mulai dari menyiapkan lahan, menanam, menata tanaman hingga memberikan edukasi mengenai jenis tanaman kepada masyarakat.

Ketua KKN Kelompok 10 UMRI, Dimetria Ananta, mengatakan kebun TOGA sengaja dibuat agar hasil pengabdian mahasiswa tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.

“Kami berharap apa yang telah dibuat bersama ini tidak berhenti pada penyerahan saja, tetapi terus dirawat dan dikembangkan masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Dimetria.

Ketua PKK Kelurahan Tuah Negeri, Rohana, menyambut positif program tersebut. Ia mengapresiasi mahasiswa yang telah mengubah lahan menjadi kebun yang memiliki nilai manfaat dan edukasi bagi warga.

Hal senada disampaikan Ketua RW 01 Iwan Saputra dan Ketua RT 01 Damrizal. Keduanya berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat kebun tersebut agar tetap hidup serta memberikan manfaat setelah mahasiswa menyelesaikan KKN.

Penyerahan kebun TOGA itu pun menjadi simbol keberlanjutan pengabdian. Dari tangan mahasiswa, kebun tersebut kini menjadi tanggung jawab bersama warga dan pihak kelurahan untuk dirawat serta dikembangkan.

Bagi Kelompok 10 UMRI, kebun TOGA bukan sekadar kumpulan tanaman. Program tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa dapat meninggalkan sesuatu yang sederhana, tetapi tetap tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat.

( Ocu Ad  )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]