Kalapas Pekanbaru Gandeng Kemenag, Genjot Pembinaan Mental Spiritual Warga Binaan
PEKANBARU,(Riausindo.com) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru menjalin sinergi dengan Kementerian Agama Kota Pekanbaru guna mendorong peningkatan pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Langkah ini dilakukan melalui kunjungan silaturahmi yang berlangsung di Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Jumat (13/2/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kalapas Pekanbaru Yuniarto bersama jajaran Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik. Mereka disambut Kepala Kemenag Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi beserta jajaran dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Pertemuan ini membahas penguatan program pembinaan mental dan spiritual di dalam lapas. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas kegiatan keagamaan, pembentukan karakter, serta pendampingan rohani yang lebih terstruktur dan berkelanjutan bagi warga binaan.
Kalapas Pekanbaru Yuniarto menegaskan, pembinaan kepribadian khususnya di bidang keagamaan menjadi fondasi penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, dukungan Kemenag sangat dibutuhkan agar program pembinaan berjalan lebih optimal.
“Kami menyadari pembinaan keagamaan memiliki peran besar dalam membentuk sikap dan perilaku warga binaan. Melalui sinergi ini, kami berharap program yang dijalankan semakin terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Yuniarto.
Ia menambahkan, tujuan akhir dari pembinaan di lapas bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, memiliki kesadaran hukum, serta berkontribusi positif.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung pembinaan melalui penyediaan penyuluh agama, peningkatan intensitas kegiatan keagamaan, hingga kolaborasi program pembinaan mental spiritual di Lapas.
“Kami memiliki tanggung jawab moral dalam pembinaan umat, termasuk warga binaan. Sinergi ini akan kami dukung melalui penyuluh agama dan program pembinaan yang berkelanjutan,” kata Syahrul.
Dengan adanya kerja sama ini, kedua instansi berharap pembinaan kepribadian di Lapas Kelas IIA Pekanbaru semakin maksimal, sehingga warga binaan memiliki bekal mental dan spiritual yang kuat saat kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
( Ocu Ad )
Tulis Komentar