Jadi Pembina Upacara di Ponpes As Salam, Kapolsek Kampar Soroti Bullying hingga Bakar Lahan

KAMPAR,(Riausindo.com) — Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid tak hanya mengajak ratusan santri Pondok Pesantren As Salam, Desa Naga Beralih, Kecamatan Kampar Utara, untuk menjadi generasi yang jujur dan disiplin. Ia juga mengingatkan bahaya bullying hingga larangan membakar sampah dan lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

Pesan itu disampaikan Asdisyah saat menjadi pembina upacara di Pondok Pesantren As Salam, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Police Goes to School sekaligus Green Policing Polsek Kampar.

Upacara dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan diikuti kepala sekolah, majelis guru, staf pesantren, serta ratusan santri dan santriwati. Sebanyak dua pleton majelis guru dan 12 pleton santri serta santriwati mengikuti kegiatan tersebut.

Di hadapan peserta upacara, Asdisyah menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Para santri juga harus memiliki karakter dan akhlak yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Kesuksesan itu ada tiga kuncinya, yaitu jujur, disiplin dan berani,” tegas Asdisyah.

Ia meminta para santri menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, janji pelajar yang dibacakan dalam upacara harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti sebagai ucapan.

Asdisyah juga mengingatkan para santri untuk tidak melakukan bullying, mengambil barang milik orang lain, maupun bersikap acuh terhadap lingkungan sekitar.

“Jangan membully teman. Jangan mengambil barang milik orang lain. Belajarlah untuk berakhlak dan memiliki empati, ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain,” ujarnya.

Selain membangun karakter, Kapolsek Kampar membawa pesan penting terkait pencegahan kebakaran. Ia meminta seluruh peserta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan.

“Jangan ada yang membakar sampah dan lahan yang dapat mengakibatkan kebakaran. Apabila ada yang membakar, akan dilakukan tindakan hukum terhadap pelakunya,” katanya.

Peringatan tersebut disampaikan sebagai bagian dari Green Policing, yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada santri dan santriwati yang meraih prestasi dalam Lomba Pramuka Tingkat Provinsi Riau. Hadiah diserahkan langsung oleh Kapolsek Kampar.

Tak berhenti di situ, Asdisyah bersama pihak pesantren kemudian melakukan penanaman tiga bibit pohon matoa di lingkungan Pondok Pesantren As Salam.

Penanaman tersebut menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun sejak bangku pendidikan. Polri pun tidak hanya hadir melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong pembentukan karakter dan kepedulian sosial generasi muda.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WIB dalam kondisi aman, tertib dan kondusif.

( Nurhayati  )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]