Lapas Pekanbaru Tunjukkan Inovasi Ayam Petelur, Jadi Rujukan Studi Tiru Lapas Bangkinang
PEKANBARU,(Riausindo.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menunjukkan inovasi di bidang agrobisnis dengan mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai program pembinaan kemandirian warga binaan.
Inovasi ini menjadi rujukan dalam kunjungan studi tiru jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang, Rabu (6/5/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Bangkinang, Jefriandy Gultom, dan disambut Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, beserta jajaran.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat program pembinaan kemandirian melalui berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar lembaga pemasyarakatan.
Dalam kesempatan itu, Lapas Pekanbaru memaparkan sejumlah program unggulan, terutama pengelolaan peternakan ayam petelur yang saat ini telah mencapai sekitar 1.000 ekor ayam produktif.
Program ini tidak hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi antar lapas. Harapannya, program yang kami jalankan bisa menjadi referensi dan memberi manfaat bagi pengembangan di Lapas Bangkinang,” ujar Yuniarto.
Selain sebagai media pembinaan, program agrobisnis ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Warga binaan dilibatkan langsung dalam proses pemeliharaan hingga produksi telur, sehingga memiliki keterampilan praktis yang bisa diterapkan di luar lapas.
Sementara itu, Jefriandy Gultom mengapresiasi keterbukaan Lapas Pekanbaru dalam berbagi pengalaman. Ia menilai kegiatan studi tiru ini memberikan banyak wawasan baru untuk diterapkan di Lapas Bangkinang.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami mendapat gambaran konkret bagaimana program pembinaan bisa berjalan produktif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung ke lokasi peternakan ayam petelur yang dikelola warga binaan, dilanjutkan diskusi interaktif guna memperdalam pemahaman teknis pengelolaan program.
Melalui studi tiru ini, diharapkan sinergi antar lembaga pemasyarakatan semakin kuat dalam menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan.
( Ocu Ad )
Tulis Komentar