Sakit Hati dan Incar Harta, Menantu Jadi Otak Pembunuhan Mertua di Rumbai Pekanbaru
Pekanbaru, (Riausindo.com) – Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) di Jalan Kurnia II, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, akhirnya berhasil diungkap polisi.
Dalam waktu kurang dari tiga hari, empat pelaku berhasil diringkus di dua provinsi berbeda.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada tanggal (29/4/2026) lalu.
Korban ditemukan tewas di dalam rumahnya, setelah para pelaku yang semula berniat mencuri justru mengubah rencana menjadi aksi pembunuhan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Muhammad Hasyim Risahondua, mengungkapkan bahwa motif utama pelaku adalah sakit hati sekaligus keinginan menguasai harta korban.
“Awalnya mereka berniat melakukan pencurian, namun di tengah perjalanan berubah menjadi rencana pembunuhan,” ujar Hasyim, Minggu (3/5/2026).
Polisi mengamankan empat orang tersangka, yakni AF (21) yang merupakan menantu korban sekaligus otak kejahatan, SL (34) sebagai eksekutor, serta dua pelaku lainnya E (39) dan L (22).
Para pelaku berangkat dari Medan menuju Pekanbaru dengan rencana awal melakukan pencurian. Namun, dalam perjalanan, rencana tersebut berkembang menjadi pembunuhan berencana.
"Bahkan, pelaku disebut sempat merancang untuk menghabisi seluruh penghuni rumah", tambahnya.
Setelah melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri dan berpencar. AF dan SL ditangkap pada Rabu (30/4) di Aceh Tengah, sementara dua pelaku lainnya, E dan L, diringkus pada Kamis (1/5) pagi di Binjai, Sumatera Utara.
Pengungkapan dilakukan melalui koordinasi cepat lintas wilayah. Tim gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru berkolaborasi dengan jajaran Polda Aceh dan Polda Sumatera Utara untuk melacak keberadaan para pelaku.
Polisi bahkan berhasil menangkap dua pelaku di Aceh hanya sekitar satu jam setelah mereka tiba di lokasi persembunyian.
Selain itu, sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut juga turut diamankan dan sesuai dengan temuan di tempat kejadian perkara (TKP).
Motif sakit hati terhadap korban menjadi pemicu utama, diperkuat dengan keinginan menguasai harta benda korban. Hal ini yang membuat pelaku merencanakan aksi secara matang hingga berujung pada pembunuhan.
“Alhamdulillah, dalam waktu tidak terlalu lama seluruh pelaku berhasil kita amankan lengkap dengan barang bukti,” tutup Hasyim.
( Ocu Ad )
Tulis Komentar