Viral Video Tokoh Riau Dihardik Diduga Preman, KNPI: Jangan Rusak Marwah Negeri Melayu

Nasaruddin,SH MH Tokoh Adat Melayu Petalangan

PEKANBARU – Jagat maya di Riau tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang tokoh diperlakukan secara kasar oleh pria yang diduga bergaya preman. Peristiwa tersebut memantik kecaman publik sekaligus menimbulkan tanda tanya besar terkait kronologi dan motif kejadian.

Menanggapi hal itu, Ketua KNPI Riau, Nasarudin, menyayangkan beredarnya video yang dinilai tidak pantas dan mengandung unsur premanisme yang masih terjadi di tengah masyarakat.

“Riau ini negeri beradat. Tanah Melayu yang terbuka dan menerima semua suku bangsa. Namun kita tidak ingin negeri ini kehilangan adab. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Silakan hidup di negeri Melayu ini, tapi jangan membuat onar dan merusak nilai-nilai yang ada. Negeri ini ada tuanya,” tegasnya

Ia menekankan pentingnya menjaga kedamaian, saling menghargai, serta menciptakan ketentraman di tengah masyarakat. Menurutnya, tidak boleh ada pihak yang merasa paling kuat atau bertindak layaknya preman di tanah Melayu.

Lebih lanjut, Nasarudin meminta aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti kejadian tersebut sesuai aturan yang berlaku. Ia juga mengutuk keras segala bentuk premanisme tanpa memandang siapa pelakunya.

“Saya sebagai Ketua KNPI dan juga anak Melayu mengutuk keras tindakan premanisme siapa pun itu. Kita berharap ada penyelesaian, baik secara hukum maupun adat,” ujar tokoh adat Melayu Petalangan ini.

Ia turut berharap adanya itikad baik dari pihak-pihak yang terlibat untuk menyampaikan klarifikasi maupun permintaan maaf kepada masyarakat Riau, termasuk kepada Datuk Taufik Datuk Tambusai  dan bapak  Suparman yang disebut sebagai salah seorang tokoh Golkar di Riau. Serta ketua KPNPI Riau pada masanya.

Menurutnya, peristiwa ini telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan berpotensi merusak keharmonisan sosial jika tidak segera diselesaikan.

“Negeri Riau harus tetap damai dan beradat. Jangan sampai kejadian seperti ini mencederai nilai-nilai luhur yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Melayu,” tutupnya.***



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]