Iman Munandar Optimistis Destry Damayanti Bisa Bawa BI Lebih Kuat
PEKANBARU,(Riausindo.com) – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Provinsi Riau, Iman Munandar, S.H., M.H., menyatakan optimistis terhadap pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031.
Iman menilai Destry memiliki rekam pengalaman dan kapasitas yang kuat di bidang ekonomi, perbankan, kebijakan moneter, serta pengalaman panjang di Bank Indonesia. Modal tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan ekonomi nasional dan tekanan ekonomi global yang semakin kompleks.
Menurut Iman, posisi Gubernur BI sangat strategis karena berkaitan langsung dengan stabilitas nilai tukar Rupiah, pengendalian inflasi, stabilitas sistem keuangan, hingga dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saya percaya Ibu Destry Damayanti memiliki kapasitas dan pengalaman yang kuat. Jika diberikan kesempatan memimpin Bank Indonesia periode 2026–2031, saya optimistis beliau dapat mengambil kebijakan-kebijakan terbaik untuk kepentingan Indonesia,” ujar Iman dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Ia menilai tantangan BI ke depan tidak ringan. Perubahan kebijakan moneter negara maju, gejolak nilai tukar, inflasi, dinamika ekonomi global, hingga pesatnya perkembangan sistem pembayaran digital membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan secara cermat, terukur, dan konsisten.
Iman berharap kepemimpinan BI berikutnya mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara BI, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Yang terpenting adalah kepentingan masyarakat dan kepentingan nasional. Saya berharap Bank Indonesia di bawah kepemimpinan berikutnya mampu terus menjaga stabilitas Rupiah sekaligus memberikan ruang bagi perekonomian Indonesia untuk tumbuh lebih kuat,” katanya.
Iman pun menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Destry dan mengajak masyarakat melihat proses pergantian Gubernur BI secara objektif. Menurutnya, sosok pemimpin bank sentral ke depan harus mampu menjaga stabilitas sekaligus membaca arah perubahan ekonomi dunia demi kepentingan Indonesia.
( Ocu Ad )
Tulis Komentar