313 Hotspot Terdeteksi di Riau, Polda Kerahkan Pasukan Gabungan Buru Titik Api
PEKANBARU,(Riausindo.com) — Situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau kembali menjadi sorotan. Sebanyak 313 titik hotspot terdeteksi di wilayah Riau berdasarkan pemantauan satelit pada Minggu (23/8/2026) pukul 11.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, 310 titik terdeteksi satelit NASA, sementara tiga titik lainnya terpantau melalui satelit HIMAWARI. Data tersebut langsung ditindaklanjuti Polda Riau bersama Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan stakeholder terkait dengan mengerahkan pasukan darat untuk melakukan verifikasi dan penanganan di lapangan.
Pasukan gabungan bergerak melakukan pengecekan lokasi yang berdasarkan hasil verifikasi terindikasi sebagai titik api. Penanganan dilakukan melalui pemadaman hingga pendinginan untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke area lainnya.
Kewaspadaan juga diperketat karena aktivitas panas terdeteksi di kawasan Sumatra. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, satelit NASA mencatat sekitar 710 deteksi panas regional di luar Riau.
Analisis pergerakan angin menunjukkan angin bergerak dari arah tenggara menuju barat laut dengan kecepatan sekitar 16 kilometer per jam. Dari pola tersebut, sekitar 70 kelompok deteksi panas regional diperkirakan memiliki lintasan angin yang berpotensi mengarah masuk ke wilayah Riau, terutama pada lapisan rendah dan permukaan dalam periode sekitar 12 jam terakhir.
Sejumlah sumber panas tersebut diperkirakan berasal dari wilayah Jambi dan kawasan Sumatra di sekitar Riau. Kondisi ini membuat pemantauan dan deteksi dini terus diperketat untuk mengantisipasi potensi meluasnya dampak Karhutla.
Meski demikian, Polda Riau mengingatkan bahwa hotspot bukan otomatis berarti kebakaran. Setiap titik panas tetap harus diverifikasi langsung di lapangan untuk memastikan keberadaan api, luas lahan terdampak, tingkat keparahan hingga kebutuhan penanganannya.
Sinergi Polda Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya terus diperkuat. Fokus utama saat ini adalah mempercepat verifikasi, pemadaman, pendinginan serta mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Polda Riau juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla. Warga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum api meluas.
( Ocu Ad )
Tulis Komentar