Tak Sekadar KKN, Kelompok 143 UMRI Usung Aksi Nyata Bangun Desa Buluh Rampai
PEKANBARU,(Riausindo.com) – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 pada Senin (27/7/2026).
Pelepasan ini menjadi titik awal pengabdian ratusan mahasiswa yang akan diterjunkan ke berbagai desa di Provinsi Riau sebagai implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu kelompok yang menjadi sorotan adalah Kelompok 143 KKN UMRI yang akan melaksanakan pengabdian di Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida.
Dengan mengusung tema "Mengabdi dengan Ilmu, Berkarya dengan Aksi, Berdampak untuk Negeri", kelompok ini berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu memberikan manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kuliah Kerja Nyata menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui kolaborasi langsung dengan masyarakat.
Selain mengasah kemampuan kepemimpinan dan kerja sama, KKN juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk ikut menjawab berbagai persoalan di tingkat desa melalui pendekatan yang inovatif, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Selama masa pengabdian, Kelompok 143 akan bersinergi dengan Pemerintah Desa Buluh Rampai, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen desa dalam menjalankan sejumlah program pemberdayaan.
Fokus kegiatan meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, edukasi masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, hingga penguatan budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan.
Divisi Humas Kelompok 143 KKN UMRI, Nanang Riyaldi, mengatakan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan momentum bagi mahasiswa untuk hadir sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan perubahan yang positif.
"Kuliah Kerja Nyata adalah momentum bagi kami untuk mengimplementasikan ilmu yang telah kami pelajari di bangku perkuliahan sekaligus belajar dari kehidupan masyarakat", ujarnya.
Menurutnya, Kami datang bukan sebagai pihak yang merasa paling tahu, melainkan sebagai mitra yang siap mendengar, berkolaborasi, dan bekerja bersama masyarakat Desa Buluh Rampai.
"Kami percaya bahwa dampak yang besar lahir dari kepedulian, kebersamaan, dan aksi nyata yang dilakukan secara konsisten," tegas Nanang.
Pelepasan peserta KKN oleh Rektor UMRI menjadi simbol dimulainya perjalanan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Berbekal semangat intelektualitas, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta jiwa kepemimpinan, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat desa.
Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, Kelompok 143 optimistis mampu menjadi representasi mahasiswa berdampak yang tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, mendorong lahirnya inovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Buluh Rampai.
Dengan tekad yang kuat, Kelompok 143 KKN Universitas Muhammadiyah Riau siap membuktikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan pembangunan desa melalui ilmu pengetahuan, aksi nyata, dan semangat gotong royong demi kemajuan bangsa.
(Oc Ad )
Tulis Komentar