Polsek Tapung Tanam Jagung Kuartal III, Perkuat Swasembada Pangan dari Lahan Tumpang Sari

KAMPAR, (Riausindo.com) – Komitmen mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan jajaran Polsek Tapung, Kamis (23/7/2026).

Personel Polsek Tapung bersama pemerintah desa, penyuluh pertanian, BUMDes, dan kelompok tani menggelar penanaman jagung Kuartal III di lahan tumpang sari seluas satu hektare di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu dipimpin langsung Kapolsek Tapung Kompol Y.E. Bambang Dewanto, S.H., didampingi Wakapolsek AKP Ferry M. Fadillah, S.H., M.M., serta diikuti personel Polsek Tapung. 

Hadir pula perwakilan Pemerintah Desa Sumber Makmur, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Direktur BUMDes, dan Kelompok Tani Indo Makmur Sejahtera sebagai pengelola lahan.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman jagung pipil varietas Bomber Asa menggunakan 10 kilogram benih di lahan seluas satu hektare. 

Kondisi lahan dan benih dilaporkan dalam keadaan baik sehingga diharapkan mampu menghasilkan panen optimal pada November 2026.

Kapolres Kampar AKBP Boby melalui Kapolsek Tapung Kompol Y.E Bambang Dewanto mengatakan keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan dan swasembada pangan tahun 2026. 

"Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian, BUMDes, dan kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di tingkat daerah", ujar nya.

Menurut Kapolsek, lahan tumpang sari tersebut dikelola oleh Kelompok Tani Indo Makmur Sejahtera bersama BUMDes Desa Sumber Makmur. 

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung target produksi pangan nasional.

Dengan dimulainya penanaman Kuartal III ini, seluruh pihak berharap tanaman tumbuh optimal hingga masa panen sehingga dapat berkontribusi nyata terhadap keberhasilan program swasembada pangan Indonesia pada 2026.

( Nurhayati  )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]