"Akhirnya Didengar”, Warga Durian Tandang Bersyukur Quarry Ditertibkan Aparat

KAMPAR, (Riausindo.com) – Warga Desa Durian Tandang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas langkah cepat aparat gabungan TNI-Polri yang menindak aktivitas quarry yang selama ini dinilai meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan, Rabu (20/5/2026).

Penindakan dilakukan oleh aparat gabungan dari Polres Kampar, Polsek Tambang, serta personel TNI Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). 

Kehadiran aparat mendapat sambutan positif dari masyarakat yang mengaku telah lama terdampak aktivitas quarry tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyebut, tindakan tegas aparat akhirnya menjawab keluhan warga yang selama ini merasa tidak mendapat perhatian serius terkait aktivitas penyedotan material yang diduga merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Alhamdulillah apa yang diminta masyarakat selama ini akhirnya terbukti dan terealisasi. Aktivitas itu sudah sangat meresahkan warga, mulai dari truk-truk yang lalu lalang, jalan rusak, sampai anak-anak yang sering jatuh di jalan,” ujar warga saat berada di lokasi penertiban.

Menurut warga, keberadaan quarry juga dikhawatirkan mengancam keselamatan fasilitas umum, termasuk jembatan yang berada tidak jauh dari lokasi aktivitas. Kondisi jembatan disebut mulai miring dan berpotensi membahayakan masyarakat maupun pelajar yang setiap hari melintas.

“Jembatan itu jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi. Kondisinya sekarang sudah miring ke arah barat. Kami khawatir kalau dibiarkan terus akan membahayakan masyarakat dan anak-anak sekolah,” ungkapnya.

Selain dampak infrastruktur, masyarakat juga mengeluhkan debu dan kondisi lingkungan yang dinilai dapat mengganggu kesehatan warga sekitar. Mereka berharap penertiban ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi aktivitas serupa yang merusak lingkungan demi kepentingan sesaat.

Warga mengaku selama ini merasa aspirasi mereka kurang diperhatikan. Namun, dengan hadirnya aparat gabungan TNI-Polri yang turun langsung ke lapangan, masyarakat merasa mendapat keadilan dan perlindungan hukum.

“Terus terang selama ini kami merasa seperti ditindas dan dianggap sebelah mata karena tinggal di kampung seberang sungai. Tapi hari ini kami merasa didengar. Alhamdulillah aparat turun langsung dan bertindak,” katanya.

Masyarakat juga menegaskan dukungan terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat secara humanis dan damai. 

Mereka berharap tidak ada lagi aktivitas quarry ilegal maupun praktik kontrak-mengontrak lahan yang berujung pada kerusakan lingkungan di wilayah tersebut.

“Kami tidak mau anarkis. Kami ingin semuanya diselesaikan secara damai dan melalui jalur hukum. Harapan kami ke depan jangan ada lagi aktivitas yang merusak lingkungan dan mengancam masa depan generasi kami,” tutup warga.

Penindakan quarry tersebut menjadi bukti sinergitas aparat TNI-Polri dalam merespons cepat aspirasi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan serta keselamatan warga di Kabupaten Kampar.

( Nurhayati  )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]