Sehat dari Balik Jeruji: Warga Binaan Lapas Pekanbaru Antusias Senam Pagi
Pekanbaru, (Riausindo.com) – Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru tampak antusias mengikuti kegiatan pembinaan kesehatan yang digelar, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini diisi dengan senam pagi bersama hingga penyuluhan kesehatan gigi dan mulut sebagai upaya membangun pola hidup sehat di dalam lapas.
Kegiatan yang berlangsung di halaman olahraga lapas tersebut diawali dengan senam pagi yang diikuti ratusan warga binaan.
Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap gerakan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat meski berada di balik jeruji.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kesehatan untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga binaan.
“Senam pagi ini bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh serta membangun kebiasaan hidup sehat. Kami ingin warga binaan tetap produktif dan memiliki semangat hidup yang baik,” ujar Yuniarto.
Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian motivasi oleh Kalapas. Dalam arahannya, Yuniarto mengajak seluruh warga binaan untuk memanfaatkan setiap program pembinaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.
“Kesehatan adalah modal utama. Gunakan waktu di sini untuk memperbaiki diri dan membangun kebiasaan positif,” tambahnya.
Selanjutnya, warga binaan mendapatkan edukasi kesehatan gigi dan mulut yang disampaikan oleh drg. Ghea Anggita Putri. Dalam penyuluhannya, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan gigi untuk mencegah berbagai penyakit.
“Kesehatan gigi dan mulut sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Menyikat gigi dengan benar dan rutin dapat mencegah gigi berlubang hingga radang gusi,” jelas drg. Ghea.
Para peserta terlihat aktif mengikuti sesi edukasi. Mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan seputar perawatan gigi sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam memberikan pembinaan menyeluruh, tidak hanya dari sisi mental dan keterampilan, tetapi juga kesehatan fisik.
Dengan adanya program ini, diharapkan warga binaan mampu menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian mereka, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
( Ocu Ad )
Tulis Komentar