Anak Terperosok Septic Tank, Kawanan Gajah Sumatera Ngamuk Rusak 6 Mess Karyawan
Pekanbaru,(Riausindo.com) – Interaksi negatif antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di Riau. Kawanan Gajah Sumatera dilaporkan merusak enam kamar mess karyawan PT Arara Abadi Distrik Tapung, Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Minggu (22/2/2026) dini hari.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung menurunkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang terdiri dari tenaga medis dan mahout dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas untuk melakukan penanganan di lokasi.
Kronologi Kejadian, sekitar 10 ekor gajah liar mengamuk dan merusak enam kamar mess karyawan serta tiga unit sepeda motor. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Peristiwa berlangsung sekitar pukul 05.00–06.00 WIB, Minggu (22/2), setelah waktu sahur. Di kawasan mess karyawan PT Arara Abadi Distrik Tapung yang berbatasan langsung dengan hutan lindung (greenbelt), wilayah jelajah kelompok gajah Petapahan (Tapung–Minas).
Kelompok gajah liar asal kantong Petapahan berjumlah sekitar 11–13 individu. Penanganan dilakukan oleh tim WRU BBKSDA Riau bersama mahout PLG Minas, serta berkoordinasi dengan Polres Siak dan Polsek Minas.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono S.Hut., M.P, menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 22.00–00.00 WIB saat 3–4 ekor gajah terlihat berada di greenbelt, sekitar 10 meter dari mess. Keberadaan mereka dianggap biasa karena lokasi tersebut merupakan jalur lintasan alami.
Namun menjelang pagi, kawanan bertambah menjadi sekitar 10 ekor dan terdengar meraung-raung sambil merusak bangunan. Setelah situasi mereda dan kelompok kembali ke greenbelt, terdengar suara anak gajah.
Tim kemudian menemukan seekor anak gajah betina berusia sekitar tujuh hari terperosok ke dalam septic tank sedalam 2–2,5 meter di belakang mess. Diduga kuat, aksi perusakan dipicu kepanikan induk yang mendengar anaknya terjebak.
Tim WRU melakukan evakuasi manual dengan menarik anak gajah keluar dari septic tank. Proses penyelamatan berlangsung sekitar 45 menit. Anak gajah berhasil dievakuasi dalam kondisi sehat dan langsung dikembalikan ke rombongannya.
“Diduga induk dan kelompoknya panik karena mendengar raungan anaknya yang terperangkap,” ujar Supartono.
Berdasarkan analisis tim, dalam beberapa hari ke depan rombongan gajah diperkirakan masih berada di kawasan hutan lindung perusahaan. Hal ini karena kondisi anak gajah yang masih sangat muda dan belum mampu berjalan jauh.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material dialami pihak perusahaan akibat kerusakan bangunan dan kendaraan karyawan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi indikasi adanya peningkatan populasi Gajah Sumatera di kantong Petapahan.
BBKSDA Riau memastikan tim mitigasi akan terus memantau pergerakan kawanan gajah guna mencegah konflik lanjutan.
Masyarakat diimbau tetap tenang jika berjumpa gajah liar dan segera melapor ke BBKSDA atau aparat setempat tanpa melakukan tindakan yang dapat membahayakan manusia maupun satwa.*
( Ocu Ad )
Tulis Komentar