16 Bulan Diburu, Buronan Kabur dari Sel Polres Kampar Ditangkap di Tapung

KAMPAR, Riausindo.com – Pelarian JA (41), salah satu dari 11 tahanan yang kabur dari sel tahanan Mapolres Kampar, akhirnya berakhir. 

Setelah menghilang selama sekitar 16 bulan, pria yang disebut polisi sebagai otak utama pelarian massal tersebut ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Kampar di Kecamatan Tapung, Jumat (25/9/2026).

JA diamankan sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah rumah milik warga di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung. Lokasi persembunyiannya berada tidak jauh dari daerah asalnya di Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang melalui Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata mengatakan, penangkapan dilakukan setelah tim memperoleh informasi mengenai keberadaan JA.

“Tim bergerak cepat, mengepung lokasi dan berhasil mengamankan JA tanpa perlawanan berarti,” kata AKP I Gede Yoga Eka Pranata.

JA sebelumnya merupakan salah satu dari 11 tahanan yang melarikan diri dari sel tahanan Mapolres Kampar pada 14 Mei 2025 sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa tersebut kemudian memicu pengejaran terhadap para tahanan yang melarikan diri hingga ke sejumlah wilayah.

Dari hasil interogasi awal, polisi mendapatkan keterangan bahwa pelarian tersebut diduga telah direncanakan sekitar satu bulan. JA mengaku memperoleh gergaji besi dari seseorang berinisial GT yang kemudian digunakan untuk merusak ventilasi besi sel tahanan.

Setelah berhasil keluar, JA juga diduga mengambil sepeda motor Honda Beat warna hitam milik warga untuk digunakan sebagai kendaraan pelarian. Ia kemudian melarikan diri menuju Palembang, Sumatera Selatan, dan tinggal di wilayah tersebut selama beberapa bulan.

Setelah cukup lama berada di luar daerah, JA kembali ke Kabupaten Kampar dan memilih bersembunyi di wilayah Kecamatan Tapung. Namun persembunyiannya akhirnya terendus polisi.

“Kami tegaskan, JA adalah otak utama dari kaburnya 11 tahanan pada dini hari 14 Mei 2025. Selama 16 bulan kami tidak pernah menghentikan pengejaran,” tegas Yoga.

Menurutnya, pengungkapan tersebut juga masih terus dikembangkan. Polisi kini menelusuri sosok GT yang disebut JA memberikan gergaji besi serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam pelarian tersebut.

“Perencanaan dilakukan selama sebulan. Alat bantu didapatkan dari pihak luar. Bahkan saat kabur, ia mencuri kendaraan milik warga untuk meloloskan diri,” ujarnya.

JA selanjutnya diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Kampar untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Selain perkara narkoba yang sebelumnya membuatnya ditahan, polisi juga akan mendalami dugaan tindak pidana lain selama pelarian, termasuk dugaan keterlibatan dalam perencanaan pelarian dan pencurian kendaraan bermotor.

“Sejauh apa pun lari, lama apa pun bersembunyi, nama tetap masuk daftar pencarian. Kami akan datang,” tandas Yoga.

( Nurhayati  )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]