Hotspot Riau Turun Tajam, 206 Hektare Gambut Kerumutan Masih Membara
PEKANBARU,(Riausindo.com) – Kabar baik datang dari penanganan karhutla di Riau. Dalam sehari, jumlah hotspot anjlok dari 256 menjadi 100 titik atau turun 60,9 persen. Namun, ancaman belum sepenuhnya hilang karena sembilan hotspot kategori high masih menjadi sasaran prioritas.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyebut penurunan hotspot dipengaruhi antara lain oleh hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Riau. Meski demikian, personel gabungan tetap diminta siaga penuh, terutama di kawasan gambut yang rawan kembali terbakar.
Pelalawan menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi, yakni 28 titik. Berikutnya Indragiri Hilir 23 titik, serta Siak dan Indragiri Hulu masing-masing 14 titik.
Sorotan utama diarahkan ke Kecamatan Kerumutan, Pelalawan. Wilayah ini belum mendapatkan hujan signifikan sehingga kondisi lahan gambut masih menjadi tantangan besar bagi petugas.
“Untuk Kerumutan, perkembangan pagi ini cukup positif. Hotspot turun dari 84 menjadi 28 titik,” kata Herry.
Penanganan juga menunjukkan progres. Dari 969,60 hektare lahan yang terbakar, sekitar 763,22 hektare atau 78,71 persen telah berhasil dipadamkan. Masih terdapat sekitar 206,38 hektare yang terus ditangani.
Menurut Herry, angka tersebut belum boleh membuat petugas lengah. Karakteristik gambut membuat api bisa bertahan di lapisan bawah tanah meski permukaannya terlihat sudah padam.
Karena itu, pendinginan dilakukan secara berulang. Setiap lokasi yang telah dipadamkan kembali diperiksa untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memunculkan re-ignition.
Polri bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat bergerak melakukan pemadaman serta pendinginan. Patroli darat dan udara juga diperkuat untuk mendeteksi titik api sedini mungkin.
“Ketika api di permukaan padam, pekerjaan belum selesai. Pendinginan harus dilakukan berulang dan setiap area yang sudah ditangani tetap dipantau,” jelas Herry.
Selain Kerumutan, sejumlah lokasi karhutla di Riau juga dilaporkan telah berhasil ditangani. Sekitar 40 hektare di Indragiri Hilir, 2 hektare di Kuantan Singingi dan 3 hektare di Siak telah dipadamkan, sementara data dari daerah lain masih diverifikasi.
Kapolda menegaskan operasi akan terus berjalan dengan pendekatan fire fighting, fire prevention dan early intervention. Penurunan hotspot hanya menjadi indikator awal, bukan ukuran bahwa seluruh ancaman karhutla telah berakhir.
( Ocu Ad )
Tulis Komentar