Hari Keempat Karhutla Payung Sekaki, Kapolsek Pimpin Perburuan Bara Tersembunyi
PEKANBARU,(Riausindo.com) — Upaya menjinakkan sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Sidorukun Ujung, RT 07/RW 02, Kelurahan Bandaraya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, memasuki hari keempat.
Rabu (26/8/2026), Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L Gaol memimpin langsung tim gabungan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pendinginan dilakukan terhadap lahan sekitar 2 hektare yang didominasi tanah gambut, semak belukar, tanaman akasia dan pinang. Sebanyak 8 personel Polri, 6 personel Pertamina Fire Emergency, 2 personel TNI, 4 petugas DLHK Kota Pekanbaru dan 4 personel Dinas PUPR dikerahkan ke lokasi.
Tim tidak hanya menyiram permukaan lahan, tetapi juga memburu titik-titik asap yang muncul dari lapisan bawah tanah. Vegetasi lapuk dan tanah gambut diurai menggunakan peralatan manual agar air dapat menembus lebih dalam dan mematikan bara yang berpotensi kembali menyala.
Untuk mendukung operasi, satu unit mobil tangki Pertamina berkapasitas 15.000 liter dikerahkan bersama empat unit mobil tangki DLHK dan PUPR berkapasitas masing-masing 4.000 liter.
Namun, proses pendinginan masih menghadapi kendala serius berupa minimnya sumber air, keterbatasan selang dan jauhnya sejumlah titik asap dari sumber air.
Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L Gaol mengatakan pendinginan dilakukan secara menyeluruh karena lahan gambut memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan.
“Kami tidak ingin hanya melihat api di permukaan padam. Titik-titik asap harus benar-benar kami basahi dan pastikan bara di bawah tanah mati. Karena itu, proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh dan akan terus kami pantau,” ujar Rafidin.
Hingga pukul 18.30 WIB, kegiatan pendinginan selesai dilakukan. Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan asap tipis sehingga pemantauan dan pendinginan akan dilanjutkan kembali Kamis pagi.
Tim gabungan juga memastikan area sekitar tetap dalam pengawasan untuk mencegah bara kembali membesar dan merembet ke wilayah lain.
( Nurhayati )
Tulis Komentar