Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji, Semangat Kini Memudar

PEKANBARU,(Riausindo.com) – Dua tahun setelah mengharumkan nama Provinsi Riau di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024, para atlet dan pelatih justru masih diselimuti kekecewaan. 

Dikutip dari media ingatlah.com, bonus prestasi yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau hingga kini belum juga dibayarkan secara penuh. 

Kondisi tersebut memicu keresahan sekaligus menggerus semangat para atlet yang selama ini berjuang mengibarkan nama Bumi Lancang Kuning di pentas olahraga nasional.

Hingga Senin (3/8/2026), para atlet mengaku baru menerima sekitar 45 persen dari total bonus yang dijanjikan. Pembayaran itu dilakukan pada September 2025, sementara sisa bonus hingga kini belum memiliki kepastian kapan akan dilunasi. 

Situasi tersebut membuat para atlet mempertanyakan komitmen pemerintah dalam memberikan penghargaan atas prestasi yang telah mereka persembahkan.

"Kami sudah hampir dua tahun menunggu. Baru sekitar 45 persen yang dibayarkan, sisanya hanya janji tanpa kepastian. Awalnya dijanjikan akan dilunasi di awal tahun, tetapi sampai sekarang belum juga terealisasi," kata atlet senam Riau, Puja.

Lebih dari sekadar persoalan uang, keterlambatan pembayaran bonus dinilai telah berdampak terhadap psikologis atlet. Puja mengaku semangat bertanding mulai menurun karena muncul kekhawatiran bahwa setiap prestasi justru akan menjadi beban anggaran bagi pemerintah daerah.

"Kami sekarang malah takut berprestasi. Takut kalau nanti bonusnya kembali tidak dibayar. Semangat kami untuk membela Riau benar-benar turun," ujarnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, di saat provinsi lain telah fokus menyiapkan atlet menghadapi kejuaraan berikutnya, termasuk PON selanjutnya, atlet-atlet Riau justru masih disibukkan dengan perjuangan menagih hak mereka. 

Meski demikian, latihan tetap berjalan secara mandiri tanpa dukungan training camp (TC), dengan pembinaan yang masih dilakukan bersama KONI Riau.

Kekecewaan serupa juga disampaikan atlet renang Vanessa Evato, satu-satunya wakil Riau pada cabang renang di PON Aceh-Sumut 2024. 

Atlet yang telah empat kali memperkuat kontingen Riau itu menilai keterlambatan pembayaran bonus selama hampir dua tahun merupakan pengalaman paling pahit sepanjang kariernya.

"Kami hanya menuntut hak kami. Kami sudah memberikan yang terbaik dan membawa nama Riau. Sekarang sudah seharusnya pemerintah memenuhi kewajibannya kepada atlet," tegas Vanessa.

Vanessa juga menyoroti kebijakan anggaran daerah yang dinilainya tidak berpihak kepada atlet. Menurutnya, di tengah alasan efisiensi anggaran, pemerintah justru masih mampu mengalokasikan dana untuk kegiatan hiburan berskala besar.

"Yang membuat kami heran, anggaran untuk konser dan mendatangkan artis besar ada. Tapi bonus atlet yang sudah berjuang mengharumkan nama daerah justru belum juga diselesaikan," kritiknya.

Nada kecewa juga datang dari pelatih atlet Riau, Ahmad Markos. Ia menyebut keterlambatan pembayaran bonus selama hampir dua tahun sebagai peristiwa yang memalukan bagi citra Riau, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Riau dikenal sebagai daerah yang memiliki sumber daya besar. Sangat disayangkan jika hak atlet yang telah mengharumkan nama daerah justru terabaikan. Ini bisa merusak pembinaan olahraga dan membuat atlet memilih pindah ke provinsi lain," ujarnya.

Para atlet dan pelatih berharap Pemprov Riau segera mengambil langkah konkret untuk melunasi sisa bonus PON 2024. 

Mereka juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau serta KONI Riau ikut memperjuangkan hak atlet agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut. 

Bagi mereka, bonus bukan sekadar penghargaan, melainkan bentuk nyata apresiasi negara atas pengorbanan, kerja keras, dan prestasi yang telah dipersembahkan untuk masyarakat Riau.

( Ocu Ad )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]