Dari Pesisir hingga Pulau Terluar, Kapolda Riau Kirim Ekspedisi Merah Putih Presisi

PEKANBARU,(Riausindo.com) - Pengibaran Merah Putih tidak hanya dilakukan di pusat kota. Dari halaman Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026), semangat itu justru diarahkan menuju wilayah-wilayah paling jauh yang selama ini menjadi beranda terdepan Indonesia. 

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 yang akan bertugas menjangkau 17 desa di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Ekspedisi tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga ke pelosok negeri. 

Bukan sekadar membawa simbol negara, tim yang diterjunkan juga mengemban misi memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memastikan pelayanan Polri hadir bagi warga yang berada di garis terdepan kedaulatan Indonesia.

Dalam amanatnya, Irjen Herry Heryawan menegaskan Provinsi Riau memiliki posisi strategis karena berbatasan dengan wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan terluar yang menjadi bagian penting dari benteng kedaulatan NKRI. 

Karena itu, menurutnya, tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendengar aspirasi masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, lalu menghadirkan solusi yang benar-benar bermanfaat.

"Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan wujud kehadiran negara hingga ke wilayah terluar. Fokus kita bukan memberi label pada suatu wilayah, melainkan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat," tegas Kapolda.

Mengusung tema "Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan", Kapolda mengajak seluruh personel membangun kolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda, hingga nelayan. 

Seluruh personel juga diminta aktif membangun komunikasi, melakukan deteksi dini terhadap berbagai persoalan, serta hadir lebih cepat sebelum konflik maupun persoalan sosial berkembang di tengah masyarakat.

Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi salah satu fokus utama ekspedisi melalui program Green Policing. Restorasi mangrove di sepanjang pesisir Riau akan menjadi agenda penting mengingat abrasi terus mengancam garis pantai. 

Kapolda mengingatkan bahwa rusaknya hutan mangrove bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi menggerus wilayah kedaulatan Indonesia. 

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menanam kembali pohon sebagai bentuk tanggung jawab menjaga alam dan masa depan generasi bangsa.

Sementara itu, Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto menjelaskan seluruh kesiapan operasional telah dimatangkan agar Ekspedisi Merah Putih Presisi berlangsung aman, tertib, dan tepat sasaran hingga 17 Agustus 2026. 

Sebanyak tujuh program utama akan dilaksanakan di 17 desa sasaran, yakni penanaman pohon dan mangrove, pembagian Bendera Merah Putih, penyerahan bantuan mesin ketinting, bantuan sepeda motor untuk Polsek terluar, dialog bersama masyarakat, penyaluran bantuan sosial, serta makan bersama sebagai simbol kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Menurut Ino, seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. 

"Kami ingin memastikan setiap tim tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan mereka, memberikan manfaat nyata, serta membawa semangat pelayanan dan kebersamaan. Itulah esensi Ekspedisi Merah Putih Presisi," tutupnya.

( Ocu Ad  )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]