Gempar, Lansia 67 Tahun di Kampar Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kampar,(Riausindo.com) – Seorang pria lanjut usia bernama Baharimus (67) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di kamar rumahnya di Dusun Solok, RT 003 RW 002, Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya inisial YN, saat hendak melakukan aktivitas rutin di kamar ayahnya pada pagi hari. Dalam kondisi pencahayaan yang minim serta penglihatan yang kurang jelas, YN sempat melihat adanya kejanggalan di dalam kamar korban.

Merasa curiga, ia kemudian memanggil suaminya, JA, untuk memastikan kondisi tersebut. Saat dicek bersama, keduanya mendapati korban sudah dalam posisi tergantung dan dipastikan telah meninggal dunia. Warga sekitar kemudian turut membantu menurunkan jasad korban.

Berdasarkan keterangan keluarga, dalam beberapa waktu terakhir korban diketahui kerap mengeluhkan sakit yang dideritanya. Bahkan, korban juga sempat mengutarakan keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Pihak Polsek Kampar yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas melakukan dokumentasi, mengamankan barang bukti berupa tali nilon putih, serta memintai keterangan saksi-saksi dan pihak keluarga.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher yang merupakan ciri khas gantung diri. Saat ditemukan, korban mengenakan baju lengan panjang berwarna merah dan sarung.

Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi, serta menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Kapolsek Kampar AKP Asdisyah mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher. Dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri,” ujar AKP Asdisyah.

Ia juga menambahkan bahwa pihak keluarga telah menyatakan penolakan untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Keluarga korban menolak autopsi dan sudah membuat surat pernyataan. Saat ini kami juga telah mengamankan barang bukti serta meminta keterangan saksi-saksi untuk melengkapi penyelidikan,” tutupnya.

Kesimpulan sementara bahwa peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh kondisi kesehatan korban yang menurun.

( Nurhayati  )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]