Polda Riau Luncurkan Tabung Harmoni Hijau, Satukan Pelestarian Alam dan Ekonomi Warga

PEKANBARU,(Riausindo.com) – Polda Riau resmi meluncurkan Program Tabung Harmoni Hijau sebagai langkah konkret menyinergikan pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta dukungan kebijakan publik. Program berbasis kolaborasi lintas sektor ini diluncurkan Rabu (7/1/2026) di Kelurahan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Peluncuran Tabung Harmoni Hijau menjadi simbol pendekatan baru pembangunan berkelanjutan yang dimulai dari skala komunitas. Program ini digagas untuk menjawab tantangan ekologis sekaligus sosial ekonomi masyarakat melalui keterlibatan aktif pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga sekitar.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Polda Riau, Pemerintah Kota Pekanbaru, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, camat dan lurah setempat, tokoh masyarakat, serta pengurus Koperasi Tabung Harmoni Hijau selaku pengelola program.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, Tabung Harmoni Hijau merupakan model pembangunan berkelanjutan yang berangkat dari komunitas, namun berpotensi memberikan dampak jangka panjang jika dijalankan secara konsisten dan direplikasi.

“Ini memang kegiatan kecil, tetapi jika dilakukan secara berkelanjutan dan dikembangkan di wilayah lain, dampaknya akan sangat besar bagi ekosistem, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Herry.

Menurut Kapolda, Tabung Harmoni Hijau dikelola di atas lahan seluas 2 hektare yang difungsikan sebagai pusat persemaian, peternakan, perikanan, pertanian ramah lingkungan, hingga koperasi produksi berbasis masyarakat.

Program ini dirancang menyinergikan tiga kepentingan utama:

1 - Sosial, melalui dukungan ketahanan pangan nasional dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG);

2 - Ekologis, sebagai solusi atas degradasi lingkungan;

3 - Kebijakan publik, selaras dengan program Green City Pemko Pekanbaru dan arahan Presiden RI terkait perlindungan alam.

Di kawasan Tabung Harmoni Hijau, telah dikembangkan berbagai unit usaha dan edukasi, mulai dari persemaian 1.739 batang pohon, peternakan 54 ekor kambing, budidaya 456 ekor ayam kampung dan ayam petelur, perikanan sekitar 20 ribu ekor ikan nila dan patin, hingga pengolahan pakan dan limbah menjadi pupuk organik. Kawasan ini juga difungsikan sebagai pusat pelatihan dan edukasi lingkungan.

Seluruh aktivitas dikelola melalui koperasi produksi, dengan melibatkan warga sekitar agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Wali Kota Pekanbaru yang turut hadir menyatakan dukungan penuh terhadap Tabung Harmoni Hijau. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang hijau, tertata, dan berkelanjutan.

Program ini sekaligus mencerminkan transformasi peran aparat keamanan yang tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam menjaga harmoni sosial dan lingkungan.

“Kita tidak hanya hidup berdampingan dengan sesama manusia, tetapi juga dengan pohon, air, hewan, dan alam yang selama ini memberi kehidupan,” tegasnya.

Secara strategis, Tabung Harmoni Hijau diarahkan menjadi stimulus pengembangan ekosistem bisnis hijau berbasis koperasi, pusat pembibitan dan edukasi lingkungan, sarana pembinaan kewirausahaan, serta model rehabilitasi sosial dan lingkungan berkelanjutan.

Program ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat mampu menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi secara bersamaan.

“Jika dijalankan dengan niat tulus dan konsisten, insyaallah program ini akan memberi manfaat lintas generasi dan menjadi warisan ekologis bagi anak cucu kita,” pungkas Kapolda.

( Ocu Ad  )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]