Kapolda Riau Paparkan Kinerja 2025: Kriminalitas Menurun, Narkoba Digempur

Pekanbaru,(Riausindo.com) – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Minggu (28/12/2025). 

Kegiatan berlangsung di Gedung Tribrata Lantai V Mapolda Riau, sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kinerja Polri kepada publik sepanjang tahun 2025.

Dalam paparannya, Kapolda Riau menyampaikan apresiasi tinggi kepada insan pers yang dinilainya menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keterbukaan informasi dan membangun kepercayaan publik. 

Menurutnya, media berperan penting sebagai corong komunikasi antara Polda Riau dengan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan.

“Terima kasih atas masukan, kritik, dan kontrol dari rekan-rekan media. Media adalah pilar penting dalam menjaga tegaknya kepercayaan publik terhadap Polri,” ujar Irjen Herry.

Penurunan Kriminalitas dan Peningkatan Penyelesaian Perkara

Sepanjang tahun 2025, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Provinsi Riau terjaga kondusif. 

Total gangguan kamtibmas tercatat 11.651 perkara, mengalami penurunan 17 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai lebih dari 14 ribu perkara.

Sementara itu, penyelesaian perkara meningkat signifikan. Polda Riau berhasil menyelesaikan 9.398 perkara, naik sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Capaian ini disebut sebagai bukti komitmen Polda Riau dalam penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

Di bidang pemberantasan narkotika, Kapolda mengungkapkan adanya peningkatan pengungkapan kasus. 

Sepanjang 2025, tercatat 2.487 perkara narkoba, naik sekitar 10,3 persen dibandingkan tahun 2024, dengan 3.618 tersangka.

Barang bukti yang diamankan sangat besar, di antaranya ratusan kilogram narkotika berbagai jenis, ribuan butir pil ekstasi, heroin, hingga narkotika sintetis lainnya, dengan nilai estimasi mencapai Rp 892,8 miliar.

“Dari pengungkapan ini, kami perkirakan lebih dari 4,5 juta jiwa berhasil diselamatkan dari bahaya narkoba,” tegas Kapolda.

Polda Riau juga berhasil membongkar jaringan narkotika internasional, serta melakukan penelusuran aset tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan nilai mencapai Rp 15,26 miliar, sebagai upaya memutus mata rantai kejahatan.

Dalam konferensi tersebut, Irjen Herry menegaskan komitmen kuat Polda Riau terhadap perlindungan lingkungan hidup. 

Sepanjang 2025, ditangani 148 perkara kejahatan lingkungan, meningkat sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kasus menonjol meliputi penambangan emas tanpa izin (PETI) dan kerusakan lingkungan akibat galian ilegal yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. 

Penertiban besar-besaran dilakukan dengan melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.

“Penegakan hukum kami imbangi dengan edukasi, restorasi lingkungan, dan solusi ekonomi melalui koperasi serta izin pertambangan rakyat,” jelasnya.

Di bidang tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Polda Riau menangani 20 perkara dengan 34 tersangka dan 185 korban, mayoritas pekerja migran dan kelompok rentan. 

Sementara untuk tindak pidana korupsi, tercatat 22 perkara sepanjang 2025, dengan tingkat penyelesaian perkara meningkat tajam hingga 71 persen, menunjukkan efektivitas penegakan hukum yang berorientasi pada pemulihan kerugian negara.

Kapolda Riau juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan korban bencana alam di berbagai daerah, serta menyampaikan ucapan selamat Natal 2025 kepada umat Kristiani. 

Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama, hubungan sosial, dan kelestarian alam.

Selain itu, sepanjang 2025 Polda Riau menangani 50 konflik sosial, yang sebagian besar diselesaikan melalui dialog, mediasi, dan pendekatan humanis, guna menjaga stabilitas daerah.

Konferensi akhir tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan komitmen Polda Riau untuk terus melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, serta mendukung pembangunan ekonomi dan sosial Provinsi Riau.

“Apa yang kami lakukan bertujuan agar masyarakat hidup lebih baik, aman, dan sejahtera. Kepercayaan publik adalah modal utama Polri,” pungkas Irjen Herry.

( Ocu Ad  )



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]