Warga Durian Tandang Bersiap Demo, Desak Quarry Ditutup Permanen
KAMPAR, (Riausindo.com) – Gelombang penolakan terhadap aktivitas quarry atau galian material di Dusun III Durian Tandang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, terus memanas.
Warga setempat dikabarkan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran guna mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum menutup permanen lokasi quarry tersebut.
Aksi unjuk rasa itu direncanakan dalam waktu dekat sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap aktivitas quarry yang dinilai merusak lingkungan serta berdampak langsung terhadap kebun sawit milik warga di sekitar lokasi.
Warga menilai aktivitas pengerukan material yang terus berlangsung telah menyebabkan kerusakan jalan, pencemaran lingkungan, hingga menimbulkan kekhawatiran terjadinya longsor dan banjir saat musim hujan.
Selain itu, jembatan gantung satu-satunya akses bagi warga Dusun I dan III yang tidak jauh dari lokasi sudah miring, ditambah lagi dengan rumah warga semakin dekat dengan bibir sungai akibat abrasi dampak dari aktivitas quarry tersebut.
“Kalau terus dibiarkan, kebun sawit warga makin banyak rusak. Lingkungan juga makin parah. Karena itu masyarakat sepakat akan melakukan aksi agar quarry itu ditutup permanen,” ujar salah seorang warga kepada awak media, Sabtu (16/5/2026).
Menurut informasi yang dihimpun, warga sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan keberatan terhadap aktivitas quarry tersebut. Bahkan, surat pengaduan resmi ke Polda Riau sudah dilayangkan agar dilakukan penghentian operasional.
Namun hingga kini, aktivitas quarry disebut masih terus berjalan sehingga memicu kemarahan masyarakat. Warga pun menilai aspirasi mereka belum mendapat perhatian serius.
Dalam aksi nanti, masyarakat akan meminta pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait segera turun tangan mengevaluasi legalitas dan dampak lingkungan dari aktivitas quarry tersebut.
Warga juga menegaskan, penolakan bukan tanpa alasan. Mereka mengaku hanya ingin menjaga lingkungan, lahan perkebunan, serta kenyamanan hidup masyarakat sekitar agar tidak semakin terdampak akibat aktivitas galian material itu.
“Harapan kami jelas, aktivitas quarry dihentikan permanen sebelum kerusakan lingkungan makin meluas,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola quarry maupun pengusaha yang disebut-sebut terkait aktivitas tersebut.
( Ocu Ad )
Tulis Komentar