Korban Jiwa di Ladang Migas PHR Terus Bertambah, Total Sudah 13 Orang Sejak 2022

Riausindo, DURI – Dunia migas kembali dirundung duka. Seorang pekerja perusahaan mitra Pertamina Hulu Rokan (PHR), berinisial A (43), meninggal dunia setelah menara rig (mast) AU-17 milik PT Arthindo Utama (AU) mendadak roboh saat operasi pengeboran, Senin (24/11/2025) pagi. Dua pekerja lainnya mengalami patah tulang pinggang dalam insiden tersebut.

Kabar ini dibenarkan Corporate Secretary PT PHR, Eviyanti Rofraida, melalui rilis resminya kepada sejumlah media yang bertugas di lingkungan operasi Blok Rokan.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan disebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, pihak PHR meluruskan bahwa kejadian sebenarnya berlangsung pada pukul 09.45 WIB.

Rilis PT PHR menjelaskan bahwa mast rig AU-17 tiba-tiba bengkok dan rebah ke arah catwalk. Saat itu, korban A yang sedang bertugas sebagai derrickman-2 berada di monkey board dan ikut terseret jatuh bersama menara. Mast yang ambruk juga menimpa counterweight mobile crane yang tengah terparkir di lokasi.

Insiden ini terjadi di areal kerja PT PHR, tepatnya di lokasi Rig AU-17 HO-Duri.

Tragedi di ladang migas PHR bukan hanya sekali ini terjadi. Publik masih mengingat duka mendalam akibat tewasnya dua bocah kakak beradik, F.W (2) dan F.H (4), pada 22 April 2025 setelah tercebur ke kolam bekas drilling (mud pit) milik PHR di Dusun Mekar Sari, Rokan Hilir.

Sebelumnya, pada 24 Februari 2023, tiga pekerja kontraktor tewas setelah terjatuh ke dalam kontainer limbah milik PT PPLI di fasilitas CMTF Balam Selatan, Rohil. Mereka adalah:

Hendri (54) – PMCOW

Ade (37) – Operator Dewatering

Dedi (44) – Operator Evaporator

Pada 18 Januari 2023, seorang karyawan PT Asrindo Citra Seni Satria, DS (22), juga meninggal setelah tertimpa besi POSV Rig 06 saat proses servis sumur minyak.

Pihak Disnakertrans Riau sebelumnya juga telah merilis daftar tujuh pekerja mitra yang meninggal di wilayah kerja PHR sejak 2022, antara lain:

SDI – PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (27 Juli 2022)

FDI – PT PHR (30 Juli 2022)

HTO – PT Asrindo Citra Seni Satria (17 November 2022)

YDI – PT Asia Petrocom Service (20 November 2022)

EZN – PT Andalan Permata Buana (20 November 2022)

SPD – PT Berkat Karunia Pahala (24 Desember 2022)

DS – PT Asrindo Citra Seni Satria (18 Januari 2023)

Dengan tambahan kasus terbaru ini, jumlah pekerja yang meninggal di Blok Rokan sejak PHR mengambil alih operasi pada Juli 2022 telah mencapai 13 orang.

Serangkaian kecelakaan yang terus berulang menimbulkan pertanyaan besar dari publik dan pemerhati keselamatan kerja. Kapan PT PHR mampu memastikan tidak ada lagi nyawa melayang di ladang migas terbesar di Indonesia ini?
Berapa banyak lagi pekerja harus menjadi korban dari aktivitas operasional yang seharusnya berjalan dengan standar keselamatan tertinggi?

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sekaligus operator tunggal di Blok Rokan, PT PHR memiliki tanggung jawab mutlak memastikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam setiap aktivitas operasional, baik oleh internal perusahaan maupun seluruh mitra kerja.

Standar keselamatan wajib dijalankan tanpa kompromi demi melindungi tenaga kerja dan menjaga aset negara. *** Ty



[Ikuti Terus RiauSindo Melalui Sosial Media]