Cegah Karhutla, Polres Rohil Supervisi Polsek Batu Hampar, Cek Kesiapan Personel dan Sarana

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:24:38 WIB

ROKAN HILIR, Riausindo.com – Upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, terus diperkuat. 

Tim Supervisi Operasi Kontinjensi Aman Nusa II Penanggulangan Karhutla Lancang Kuning 2026 turun langsung ke wilayah hukum Polsek Batu Hampar, Selasa (13/10/2026), untuk memeriksa kesiapan personel, sarana mitigasi, serta peralatan penanganan kebakaran.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Kompol Budi Pramana, S.Psi., bersama anggota tim Bripda Fikri Adhitya Kurniawan dan Bripda Yogi Ardo Girsang. 

Supervisi turut didampingi Kapolsek Batu Hampar IPTU Irfan Siswanto, S.H., M.H., personel Polsek Batu Hampar, Masyarakat Peduli Api (MPA) kepenghuluan, serta tim pemadam kebakaran PT Sindora Seraya.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim mencatat terdapat 14 unit sarana mitigasi karhutla di wilayah Polsek Batu Hampar, terdiri atas dua embung, 11 sekat kanal, dan satu menara pantau. 

Sementara itu, kekuatan personel gabungan yang dilaporkan berjumlah 20 orang, terdiri atas delapan personel Polri, 10 anggota MPA, dan dua personel dari pihak perusahaan.

Kapolsek Batu Hampar IPTU Irfan Siswanto menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi karhutla membutuhkan koordinasi yang kuat antara kepolisian, masyarakat, dan pihak perusahaan, terutama dalam melakukan pencegahan serta mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Menurutnya, pemeriksaan sarana mitigasi dan kesiapan peralatan menjadi bagian penting untuk memastikan upaya penanggulangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat ketika muncul titik api.

"Upaya pencegahan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Kesiapan personel, sarana mitigasi, dan peralatan pemadaman perlu dipastikan agar potensi kebakaran dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secepat mungkin," katanya.

Tim supervisi juga melakukan verifikasi dan validasi data sarana mitigasi, termasuk pencocokan titik koordinat dengan kondisi sebenarnya di lapangan. 

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan data administrasi sesuai dengan kondisi fisik dan fungsi sarana yang tersedia.

Selain itu, pembaruan data teknis, seperti luas dan kedalaman embung serta kondisi sekat kanal, menjadi perhatian untuk mendukung efektivitas pencegahan kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Hasil supervisi turut menekankan pentingnya pemetaan kawasan rawan karhutla berdasarkan kategori rendah (low), sedang (medium), dan tinggi (high). 

Pemetaan tersebut diperlukan agar penempatan personel, sarana mitigasi, dan peralatan pemadaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Melalui supervisi ini, Polres Rokan Hilir bersama Polsek Batu Hampar diharapkan semakin optimal dalam memperkuat langkah pencegahan, patroli, deteksi dini, serta penanganan awal karhutla guna melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran.

( Nurhayati  )