Tragis! 2 Pelajar Tenggelam Saat Mancing di Pantai Senekip Bengkalis, Upaya Menolong Berujung Maut
BENGKALIS, Riausindo.com – Tragedi terjadi di Pantai Senekip, Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. Dua pelajar berinisial A.I. (17) dan S.H. (18) meninggal dunia setelah tenggelam saat memancing di sekitar jembatan pondok tambak udang, Jumat (9/10/2026) pagi. Sementara itu, seorang pelajar lainnya berinisial R.R. (17) berhasil selamat.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Ketiganya semula datang ke Pantai Senekip untuk memancing. Namun, aktivitas yang awalnya berlangsung biasa berubah menjadi tragedi ketika salah seorang dari mereka diduga terjatuh ke perairan.
Berdasarkan keterangan R.R., kejadian bermula saat mereka bertiga berangkat memancing setelah sarapan bersama. Setibanya di pantai, mereka awalnya memancing di tepi pantai sebelum berpindah ke jembatan pondok tambak udang.
Saat berada di lokasi tersebut, S.H. diduga terjatuh ke air dan berteriak meminta pertolongan. Melihat temannya dalam bahaya, A.I. spontan terjun ke air untuk memberikan pertolongan.
Namun, upaya penyelamatan itu justru berujung petaka. A.I. ikut mengalami kesulitan di dalam air dan turut meminta pertolongan. R.R. yang melihat kedua temannya dalam kondisi berbahaya juga berusaha menolong dengan terjun ke air.
Sayangnya, derasnya arus membuat kedua korban semakin menjauh dari pondok. R.R. tidak mampu menjangkau mereka hingga akhirnya kembali naik ke pondok dan berteriak meminta bantuan.
Teriakan tersebut didengar pekerja tambak udang yang berada di sekitar lokasi. Mereka segera mendatangi tempat kejadian dan menghubungi warga untuk membantu pencarian.
Upaya pencarian pun dilakukan. Sekitar 30 menit setelah kejadian, A.I. ditemukan sekitar 30 meter dari pondok dalam kondisi meninggal dunia.
Pencarian terhadap S.H. berlanjut hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Jasadnya ditemukan sekitar 300 meter dari pondok, juga dalam kondisi meninggal dunia.
Kondisi air laut yang sedang pasang tinggi saat kejadian menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai di kawasan tersebut. Derasnya arus membuat upaya R.R. menyelamatkan kedua temannya tidak berhasil.
Personel Satpolairud Polres Bengkalis, Polsek Bantan, BPBD, keluarga korban, serta masyarakat setempat turut terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi. Setelah ditemukan, kedua korban dibawa ke rumah keluarga masing-masing untuk selanjutnya dimakamkan di desa mereka.
Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Ps. Kapolsek Bantan IPTU M. Iskandar, S.P., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan pantai dan perairan, terutama saat air laut pasang.
Masyarakat juga diminta berhati-hati ketika memancing di sekitar jembatan, dermaga, maupun lokasi yang berdekatan dengan perairan terbuka. Kondisi arus yang berubah sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan.
Selain itu, warga diingatkan agar tidak memaksakan diri menolong korban di perairan berarus deras tanpa kemampuan dan perlengkapan yang memadai. Apabila terjadi keadaan darurat, segera hubungi petugas atau tim penyelamat untuk menghindari jatuhnya korban tambahan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti memancing dapat berubah menjadi tragedi ketika keselamatan dan kondisi perairan tidak diperhitungkan.
( Ocu Ad )