Riau Hari Ini Zero Karhutla, Satgas Tak Mau Lengah: Patroli dan Pantauan Tetap Jalan

Ahad, 27 September 2026 - 14:57:33 WIB

PEKANBARU, Riausindo.com – Kabar baik datang dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Hingga Minggu (27/9/2026), tidak ada lagi karhutla aktif yang sedang ditangani tim gabungan di wilayah Riau.

Kondisi tersebut menandai situasi karhutla yang mulai terkendali setelah dalam beberapa pekan terakhir personel gabungan berjibaku melakukan pemadaman, pendinginan hingga patroli di sejumlah daerah rawan, khususnya kawasan gambut.

Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan, kondisi Riau saat ini berada dalam status zero karhutla. Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat personel menurunkan tingkat kewaspadaan.

“Alhamdulillah, hari ini kondisi Riau zero karhutla. Tidak ada kebakaran aktif yang sedang kita tangani. Namun seluruh personel tetap siaga dan pemantauan terus dilakukan karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu,” kata Edy.

Menurut Edy, keberhasilan mengendalikan karhutla merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang selama ini terlibat dalam penanganan di lapangan. Upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bara di lokasi bekas kebakaran benar-benar padam.

Selain itu, patroli tetap digencarkan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru maupun kebakaran susulan di lokasi yang sebelumnya terbakar.

“Personel gabungan tetap siaga penuh melakukan pemantauan untuk mencegah karhutla susulan di wilayah yang sebelumnya terdampak,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi menegaskan kondisi zero karhutla tidak boleh membuat kewaspadaan menurun. Jajaran kepolisian bersama unsur terkait tetap melakukan patroli dan pengawasan di wilayah yang dinilai rawan.

“Zero karhutla hari ini harus kita pertahankan. Personel tetap bergerak melakukan patroli dan pencegahan. Jangan sampai ketika situasi sudah terkendali, kewaspadaan justru menurun dan api kembali muncul,” kata Akmadi.

Polda Riau juga mengedepankan langkah pencegahan dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat serta mengawasi aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan asap atau indikasi munculnya titik api.

Akmadi menegaskan, mempertahankan kondisi zero karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha hingga masyarakat.

“Kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat tetap menjadi kunci agar kebakaran tidak kembali terjadi,” demikian Akmadi.

( Ocu Ad  )