Ribuan Peserta Serbu Turnamen Domino Orado Piala Panglima TNI, Pangdam: Animonya Luar Biasa

Ahad, 27 September 2026 - 11:27:36 WIB

PEKANBARU, Riausindo.com – Sebanyak 1.300 lebih peserta ambil bagian dalam Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI yang digelar serentak di 101 wilayah Indonesia dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI, Minggu (27/9/2026). Di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai, pertandingan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang disebut Pangdam sangat tinggi.

Di Pekanbaru, pertandingan dipusatkan di Aula KH Ruddin Nasution. Turnamen tersebut bukan sekadar ajang adu ketangkasan bermain Orado, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor pertandingan Orado dengan jumlah peserta dan lokasi terbanyak secara serentak di Indonesia.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP mengatakan, wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai mendapat enam lokasi penyelenggaraan di Riau serta satu lokasi di Batam. Seluruh kegiatan pembukaan di sejumlah daerah tersebut terkoneksi dan berlangsung secara bersamaan.

"Pertandingan Orado ini dilaksanakan secara serentak dan menjadi bagian dari pemecahan rekor pertandingan terbanyak di 101 wilayah seluruh Indonesia. Di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai, kita melaksanakan di beberapa Kodim dan seluruh pembukaan terkoneksi secara bersama-sama," kata Pangdam kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 1.337 orang. Peserta berasal dari sejumlah wilayah jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai, dengan komposisi Kodim 0322/Siak sebanyak 64 tim, Kodim 0321/Rokan Hilir 128 tim, Kodim 0313/Kampar 64 tim, Kodim 0303/Bengkalis 128 tim, Kodim 0316/Batam 64 tim dan Kodim 0320/Dumai 64 tim. Kodim 0301/Pekanbaru menjadi salah satu pusat pelaksanaan.

"Animonya luar biasa. Kalau tidak kita hentikan, pesertanya masih akan terus bertambah. Ini menunjukkan Orado merupakan permainan yang cukup mengakar di masyarakat dan banyak yang ingin ikut," ujarnya.

Menurutnya, tingginya minat tersebut membuka peluang bagi Kodam XIX/Tuanku Tambusai untuk menggelar turnamen serupa dengan skala yang lebih besar. Pembatasan peserta pada turnamen kali ini dilakukan semata-mata karena menyesuaikan kapasitas tempat dan kemampuan panitia.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai menilai Orado memiliki nilai positif karena tidak hanya mengandalkan keberuntungan. Permainan tersebut menuntut kemampuan berhitung, daya ingat, penyusunan strategi, pengambilan keputusan dan kecepatan berpikir. Karena itu, dia melihat Orado berpotensi dikembangkan hingga kelompok junior.

"Ini sebetulnya bagus juga untuk anak-anak. Mereka dituntut untuk berhitung, berpikir, mengingat, menyusun strategi dan mengambil keputusan dengan cepat. Kalau bisa dibudayakan dan disosialisasikan sampai tingkat junior, saya kira ini bisa menjadi salah satu kegiatan yang positif untuk mengembangkan kemampuan intelektual anak," jelasnya.

Selain menjadi kompetisi, turnamen ini sekaligus memperluas komunitas Orado di Riau. Pangdam berharap para juara nantinya dapat dihimpun dan dibina untuk mengikuti pertandingan tingkat lebih tinggi hingga nasional. 

"Harapan kita, Orado ini bisa terus berkembang. Mudah-mudahan Orado bisa menjadi salah satu olahraga yang berkembang di Riau," pungkasnya.

( Ocu Ad  )