Gunung Marapi Kembali Erupsi, Hujan Abu Selimuti Bukittinggi dan Agam
BUKITTINGGI – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Sabtu (26/9) malam. Erupsi tersebut memicu hujan abu yang berdampak hingga ke Kota Bukittinggi dan wilayah Kabupaten Agam bagian timur.
Hujan abu dilaporkan cukup deras dan berlangsung sekitar satu jam. Abu vulkanik terlihat menutupi jalan, kendaraan, serta sejumlah fasilitas di kawasan yang terdampak.
“Hujan abu cukup terasa. Jalanan berkabut dan tertutup abu, jelas sekali seperti tumpukan pasir tipis. Membuat sesak bernapas,” ujar warga Bukittinggi, Pakiah Farid (38), Minggu (27/9) dini hari.
Menurut Farid, material abu vulkanik juga menempel pada kendaraan yang melintas. Kondisi tersebut membuat jarak pandang dan kenyamanan warga di luar ruangan terganggu.
Laporan serupa disampaikan anggota CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam, Romi. Ia menyebut hujan abu yang turun cukup deras.
“Hanya sebentar berdiri di luar, sudah tebal seperti ini abunya,” kata Romi.
Erupsi Gunung Marapi terjadi sekitar pukul 21.40 WIB. Aktivitas erupsi tersebut juga memunculkan lava pijar yang terekam melalui kamera pengawas (CCTV).
Berdasarkan informasi Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi, erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 19 detik. Tinggi kolom abu tidak dapat diamati karena erupsi berlangsung pada malam hari.
Erupsi juga disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga sejumlah wilayah, sehingga mengejutkan warga.
Hingga Sabtu malam, Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih berstatus Level II atau Waspada.
Petugas PGA Marapi di Bukittinggi, Bilal Alegro, mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.
“Masyarakat yang bermukim di sepanjang lembah dan aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan,” ujar Bilal.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna mengurangi risiko gangguan pernapasan. Selain itu, masyarakat diminta melindungi mata dan kulit, mengamankan sumber air bersih, serta membersihkan timbunan abu di atap rumah untuk mencegah beban berlebih.
“Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya,” kata Bilal.***