Lapas Pekanbaru Digerebek Gabungan TNI-Polri-BNN, Blok Hunian Disisir
PEKANBARU, Riausindo.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menggelar razia insidental berskala besar dengan melibatkan TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rabu (23/9/2026).
Razia gabungan tersebut menyasar sejumlah blok dan kamar hunian warga binaan. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus memperkuat pemberantasan Halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba) di lingkungan pemasyarakatan.
Petugas gabungan menyisir kamar hunian dan memeriksa berbagai barang yang berada di dalamnya. Sasaran utama pemeriksaan yakni handphone, narkotika, serta benda-benda lain yang dilarang berada di lingkungan Lapas.
Tak berhenti pada penggeledahan kamar, petugas juga melakukan tes urine terhadap warga binaan. Pemeriksaan serupa turut diberlakukan kepada petugas Lapas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan upaya pemberantasan narkoba tidak hanya menyasar warga binaan, tetapi juga seluruh unsur yang berada di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, mengatakan razia dilakukan secara tegas sesuai ketentuan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami melaksanakan pemeriksaan secara tegas sesuai ketentuan, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Hak-hak warga binaan tetap kami hormati. Di sisi lain, petugas juga kami libatkan dalam tes urine sebagai bentuk komitmen bahwa upaya menciptakan Lapas yang bersih dari narkoba harus dimulai dari seluruh unsur yang ada di dalamnya,” ujar Eko.
Menurutnya, razia tersebut bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan bagian dari upaya pencegahan dan pembinaan guna menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan kondusif.
Sinergi lintas instansi juga menjadi kekuatan utama dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan TNI, Polri, BNN dan jajaran pemasyarakatan diharapkan memperkuat pengawasan sekaligus mempersempit ruang terjadinya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di dalam Lapas.
Perwakilan BNN menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan dan tes urine merupakan bentuk deteksi dini yang dilakukan secara menyeluruh.
“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen bersama dalam melakukan pencegahan serta deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika. Pemeriksaan dan tes urine tidak hanya dilakukan kepada warga binaan, tetapi juga petugas,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian razia berlangsung dengan tertib dan kondusif. Petugas tetap mengedepankan profesionalitas serta menghormati hak dan martabat warga binaan selama proses pemeriksaan.
Melalui razia tersebut, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya memperkuat pengawasan dan sinergi lintas instansi untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, berintegritas, dan bebas dari Halinar.
( Ocu Ad )