Puslitbang Polri Evaluasi Mutu Pengadaan Barang dan Jasa di Polresta Pekanbaru

Selasa, 22 September 2026 - 13:44:16 WIB

PEKANBARU, Riausindo.com – Mutu hasil pengadaan barang dan jasa di lingkungan kepolisian menjadi perhatian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri. 

Tim penelitian Puslitbang Polri turun langsung ke Polresta Pekanbaru untuk mengevaluasi implementasi sertifikasi dalam memastikan barang dan jasa yang diperoleh benar-benar sesuai standar dan kebutuhan operasional.

Kegiatan penelitian tersebut berlangsung di Aula Zapin Polresta Pekanbaru, Selasa (22/9/2026), mulai pukul 08.15 WIB hingga 11.00 WIB.

Penelitian bertajuk “Evaluasi Mutu Hasil Pengadaan Barang/Jasa Berdasarkan Implementasi Sertifikasi Puslitbang Polri” ini menjadi bagian dari upaya Puslitbang Polri memperoleh gambaran secara langsung mengenai pelaksanaan hasil sertifikasi dalam proses pengadaan di lingkungan kepolisian.

Pengadaan barang dan jasa dinilai memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kesiapan Polri dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman hingga pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, barang dan jasa yang diadakan dituntut tidak hanya tersedia, tetapi juga harus memenuhi spesifikasi, memiliki kualitas yang sesuai, tepat waktu dan benar-benar menjawab kebutuhan operasional di lapangan.

Dalam penelitian tersebut, Puslitbang Polri melakukan tiga fokus evaluasi. Pertama, menganalisis implementasi hasil sertifikasi Puslitbang Polri dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Kedua, mengukur mutu hasil pengadaan berdasarkan hasil sertifikasi. Ketiga, menganalisis efektivitas implementasi sertifikasi dalam meningkatkan kualitas hasil pengadaan barang dan jasa di lingkungan Polri.

Untuk mendapatkan data yang komprehensif, penelitian dilakukan dengan pendekatan mixed method, yakni menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif.

Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara daring, wawancara mendalam serta observasi langsung terhadap website maupun peralatan yang terdapat pada satuan kerja Polda dan Polres yang menjadi sampel penelitian.

Polda Riau menjadi salah satu dari delapan Polda sampel dalam penelitian tersebut, termasuk sejumlah Polres jajaran. Pelaksanaan penelitian di wilayah Polda Riau dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 24 September 2026.

Dari penelitian ini diharapkan lahir rekomendasi yang dapat menjadi bahan masukan bagi pimpinan Polri dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu, meningkatkan efektivitas pengadaan serta memastikan barang dan jasa yang tersedia benar-benar berkualitas dan sesuai kebutuhan tugas kepolisian.

Tim penelitian dipimpin Kombes Pol Guno Pitoyo, S.I.K., M.H. selaku Ketua Tim, bersama Pembina Tk. I Ahmad Munif, S.H., M.Si. dan Penata Tk. I Mulyanto, S.E. sebagai anggota.

Tim juga didampingi narasumber dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Drs. Suryadi, M.T.

Puslitbang Polri menempatkan penelitian ini sebagai bagian dari kontribusi berbasis data dan kajian ilmiah untuk mendorong tata kelola pengadaan barang dan jasa yang berkualitas, efektif, transparan dan akuntabel.

Dengan evaluasi langsung di satuan kewilayahan, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi pijakan untuk memperbaiki proses pengadaan sekaligus memperkuat dukungan logistik terhadap pelaksanaan tugas Polri di lapangan.

( Ocu Ad  )