GMPB Desak Mafia Tanah Dibongkar Sampai Aliran Dana, Ribuan Massa Dukung Agrinas di Riau

Jumat, 18 September 2026 - 17:43:53 WIB

PEKANBARU, Riausindo.com — Ratusan massa Gerakan Mahasiswa Petani Bersatu (GMPB) menggelar aksi damai di depan kantor PT Agrinas Palma Nusantara di Jalan Datuk Wan Abdul Jamal, Pekanbaru, Jumat (18/9/2026). 

Dengan memakai mobil komando dan puluhan spanduk, mereka menyatakan dukungan terhadap langkah PT Agrinas Palma Nusantara bersama Satgas PKH dalam penertiban dan penanganan persoalan kawasan hutan serta dugaan praktik mafia tanah di Riau.

Koordinator Umum GMPB Agel Gandiza mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk dukungan dari kalangan mahasiswa, petani, dan masyarakat terhadap upaya pemerintah membenahi tata kelola agraria dan kehutanan. 

Menurutnya, persoalan penguasaan lahan dan praktik mafia tanah yang berlangsung bertahun-tahun dinilai dapat merugikan negara sekaligus berdampak terhadap kehidupan petani.

"Hari ini kami dari Gerakan Mahasiswa Petani Bersatu melakukan aksi damai sekaligus memberikan dukungan kepada PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH," kata Agel dalam pemaparannya.

Agel menilai langkah penertiban kawasan hutan tidak cukup hanya dengan mengambil alih atau membersihkan lahan. GMPB meminta aparat dan Satgas PKH turut menelusuri dugaan aliran dana hasil kejahatan serta membongkar jaringan yang berada di balik praktik mafia tanah.

Dalam aksi tersebut, GMPB menyampaikan empat tuntutan. Pertama, mendukung langkah PT Agrinas Palma Nusantara dan Satgas PKH dalam menjalankan tugas negara untuk memberantas mafia tanah di kawasan hutan, khususnya di wilayah Riau.

Kedua, GMPB menyatakan dukungan moral kepada jajaran pimpinan dan operasional PT Agrinas Palma Nusantara yang menjalankan tugas penertiban serta pengelolaan kawasan hutan.

Ketiga, GMPB mendesak aparat penegak hukum dan Satgas PKH tidak berhenti pada penertiban fisik lahan, tetapi juga menelusuri aliran dana dan jaringan yang diduga berkaitan dengan kejahatan pertanahan serta menerapkan ketentuan hukum yang relevan apabila ditemukan unsur tindak pidana.

Keempat, lahan yang berhasil ditertibkan dan kemudian dikelola PT Agrinas Palma Nusantara diminta diprioritaskan untuk program pemberdayaan masyarakat sehingga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi petani.

"Kami ingin lahan yang berhasil ditertibkan nantinya dapat membawa kemakmuran nyata dan membebaskan kaum petani dari berbagai bentuk penindasan," tegas Agel.

Dukungan tersebut mendapat respons positif dari PT Agrinas Palma Nusantara. Hubungan Regional 3 PT Agrinas Palma Nusantara, Jefri Tambusai, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa, petani, dan masyarakat dalam mendukung agenda pemerintah.

"Kami juga mengharapkan bantuan dan dukungan selanjutnya dari adik-adik mahasiswa, para petani dan masyarakat agar program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dapat kita wujudkan bersama," ujar Jefri.

Jefri mengajak seluruh elemen masyarakat mengawal program penataan kawasan tersebut. Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, mahasiswa, petani, dan masyarakat diperlukan agar upaya penertiban kawasan dapat berjalan dan tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat tercapai.

"Mari sama-sama kita dukung program ini, dukung kami Agrinas untuk bisa mewujudkannya," pungkasnya.

( Ocu Ad  )