5 Jam Tembus Bukit Cadas, Kapolres Kampar Pimpin Pemadaman 7 Titik Api Seluas 10 Hektare

Kamis, 17 September 2026 - 18:45:25 WIB

KAMPAR, Riausindo.com – Medan terjal berbatu cadas, perjalanan puluhan kilometer hingga ketiadaan sumber air dan sinyal tak menghalangi Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang memimpin langsung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perbatasan Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, dan Desa Balung, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kamis (17/9/2026).

Tim gabungan harus menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer dengan waktu tempuh mencapai lima jam untuk menjangkau kawasan perbukitan terpencil tersebut. Operasi dimulai sekitar pukul 07.00 WIB setelah petugas mendapati sedikitnya tujuh titik api yang membakar lahan sekitar 10 hektare.

Lokasi kebakaran bukan kawasan yang mudah dijangkau. Medan berbukit dan berbatu cadas membuat kendaraan maupun personel harus bergerak ekstra hati-hati. Kondisi diperparah dengan minimnya sumber air serta tidak tersedianya jaringan komunikasi seluler.

Di tengah kondisi tersebut, sebanyak 98 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Mereka terdiri dari 53 personel Polres Kampar dan Polsek Kampar Kiri, 28 personel Brimobda Polda Riau, dua personel TNI, 10 personel Manggala Agni, serta lima personel RPK PT Ciliandra.

Berbagai peralatan turut dibawa ke lokasi, mulai dari sembilan kendaraan roda empat, 13 kendaraan roda dua, puluhan gulung selang, 10 nozzle, enam unit Mini Streker, dua mesin Robin hingga 50 jerigen cairan pemadam api X-Fire.

Dengan keterbatasan air, personel harus mengangkut dan menyalurkan air dari sumber yang tersedia secara bertahap. Api dipadamkan dari titik ke titik sembari dilakukan penyisiran untuk mencegah bara menjalar kembali.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan beratnya medan tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan api terus membakar kawasan tersebut.

"Hari ini kami membuktikan bahwa tidak ada medan yang terlalu jauh, tidak ada bukit yang terlalu tinggi, dan tidak ada keterbatasan yang boleh mengalahkan niat kami untuk menjaga alam," tegas Boby.

Menurutnya, perjalanan panjang menuju lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan setiap titik api dapat ditangani.

"Kami datang bukan sekadar memadamkan api, tetapi menunjukkan bahwa setiap jengkal tanah di Kabupaten Kampar adalah tanggung jawab kami. Api mungkin menyusup ke tempat yang sulit dijangkau, tetapi tekad kami untuk menjangkaunya jauh lebih besar," ujarnya.

Hingga laporan ini disampaikan, tujuh titik api telah berhasil dipadamkan. Namun, asap masih terlihat di sejumlah bagian lahan karena bara diduga masih berada di dalam tanah.

Tim gabungan pun belum meninggalkan lokasi. Pendinginan terus dilakukan secara bertahap untuk memastikan bara benar-benar padam dan mencegah munculnya api baru.

Sementara itu, pemilik lahan di sekitar lokasi masih dalam penyelidikan. Petugas juga terus mendalami penyebab kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab atas terbakarnya lahan tersebut.

Polres Kampar mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga yang menemukan asap atau titik api diminta segera melapor melalui layanan 110 atau pos keamanan terdekat.

( Nurhayati  )