67 Tahun Pasukan Pelopor, Brimob Riau Perkuat Kesiapan Hadapi Karhutla dan Bencana
PEKANBARU, Riausindo.com — Usia 67 tahun menjadi momentum bagi Pasukan Pelopor Satuan Brimob Polda Riau untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Tak sekadar menjaga keamanan, personel Pelopor dituntut selalu siap menghadapi gangguan Kamtibmas, Karhutla hingga berbagai situasi kebencanaan.
Komitmen itu ditegaskan dalam syukuran HUT ke-67 Pasukan Pelopor yang digelar di Gedung Bhayangkara, Mako Satuan Brimob Polda Riau, Senin (14/9/2026). Kegiatan diikuti pejabat utama Satuan Brimob Polda Riau, para Komandan Batalyon, perwira, bintara, tamtama serta seluruh personel.
Komandan Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Riau AKBP Jhon Firdaus, A.Mk., S.H., mengatakan usia 67 tahun bukan hanya angka, melainkan perjalanan panjang yang dibangun melalui keberanian, perjuangan dan pengorbanan.
Menurutnya, pengabdian Pasukan Pelopor harus diwujudkan melalui kehadiran langsung ketika masyarakat menghadapi ancaman maupun membutuhkan pertolongan.
“Pengabdian Pelopor tidak hanya diwujudkan dalam menghadapi gangguan keamanan, tetapi juga melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan perlindungan,” ujarnya.
Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisi geografis Riau membuat penanganan Karhutla membutuhkan personel yang mampu bergerak cepat, memahami karakter wilayah serta memiliki kesiapan menghadapi medan yang sulit.
Karhutla juga tidak hanya mengancam lingkungan. Dampaknya dapat meluas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas sosial ekonomi hingga keselamatan warga.
Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., mengucapkan selamat HUT ke-67 kepada seluruh keluarga besar Pasukan Pelopor. Ia meminta momentum tersebut dijadikan pemacu untuk meningkatkan kualitas pengabdian.
Mengusung tema “Pasukan Pelopor Presisi, Siap Mengabdi untuk Masyarakat”, Dansat menekankan pentingnya disiplin, jiwa korsa, semangat juang dan loyalitas dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Tanamkan selalu jiwa korsa, semangat juang, disiplin, serta loyalitas dalam melaksanakan setiap tugas,” tegasnya.
Ia menegaskan Pasukan Pelopor harus mampu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari gangguan Kamtibmas, tugas kemanusiaan, penanggulangan bencana hingga Karhutla.
“Jadikan Pasukan Pelopor sebagai pasukan yang profesional, tangguh, responsif, dan humanis. Siap menjaga Kamtibmas, siap menghadapi setiap tantangan tugas, siap membantu masyarakat, serta siap menanggulangi Karhutla dan bencana lainnya,” kata Dansat.
HUT ke-67 pun menjadi penegasan bahwa pengabdian Pasukan Pelopor belum berhenti. Di tengah dinamika ancaman keamanan dan bencana, Brimob Riau dituntut bukan hanya kuat dalam menghadapi ancaman, tetapi juga humanis saat memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat.
( Ocu Ad )