Api Gambut Belum Takluk, Kapolres Kampar Pimpin 70 Personel Perangi Karhutla Rimbo Panjang

Jumat, 11 September 2026 - 21:12:23 WIB

KAMPAR,Riausindo.com – Perang melawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, belum berakhir. 

Memasuki hari kedua, Jumat (11/9/2026), Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang turun langsung memimpin 70 personel gabungan untuk menjinakkan api yang membakar sekitar 3 hektare lahan gambut di Jalan UKA, Dusun II.

Operasi pemadaman digelar sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB. Medan berat menjadi tantangan utama tim gabungan. Lahan yang terbakar berupa semak belukar di atas gambut dengan ketebalan sekitar 1 meter. Kondisi ini membuat api berpotensi merambat dan menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Kapolres Kampar memimpin langsung operasi bersama Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, para pejabat utama Polres Kampar, Kapolsek Tambang, serta personel TNI, BPBD dan Manggala Agni.

Total 70 personel dikerahkan, terdiri dari 41 anggota Polri, 8 personel TNI, 11 personel BPBD dan 10 personel Manggala Agni.

Tak hanya mengandalkan mesin pemadam, tim juga mengerahkan 13 kendaraan roda empat, 20 kendaraan roda dua, berbagai mesin pemadam, puluhan gulung selang, 14 nozzle jarum, 5 Mini Strike Manggala Agni, 2 GS Power, ekskavator hingga embung terpal.

Persoalan lain muncul dari keterbatasan sumber air. Tim harus mengambil air dari parit yang berjarak sekitar 150 meter dari titik api. Mobil tangki air dari HKI turut dikerahkan untuk memperkuat suplai air ke lokasi.

“Kita tidak boleh menyerah. Lahan gambut ini bisa menyimpan bara di kedalaman tanah dan menyala kembali kapan saja. Kita harus memastikan setiap jengkal tanah benar-benar dingin,” tegas Boby di lokasi.

Untuk mengantisipasi bara api yang merambat di bawah tanah, petugas melakukan penyiraman secara berulang dan menyisir titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Tim juga membangun embung di lokasi serta membuat sekat api untuk menghambat potensi perambatan kebakaran.

Hingga pukul 17.30 WIB, sebagian besar area sekitar 3 hektare berhasil dipadamkan. Namun, asap masih terlihat di sejumlah titik sehingga operasi belum sepenuhnya dinyatakan selesai.

Personel tetap disiagakan untuk melakukan pendinginan lanjutan pada hari berikutnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang kembali memicu kebakaran.

Status kepemilikan lahan yang terbakar masih dalam penyelidikan. Lahan tersebut diketahui merupakan klaim masyarakat.

Polres Kampar bersama TNI, BPBD dan Manggala Agni memastikan penanganan akan terus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas mencurigakan melalui layanan 110.

( Nurhayati  )