Asap Karhutla Belum Hilang, Kapolsek Batu Hampar Pimpin 58 Personel Dinginkan Gambut

Rabu, 09 September 2026 - 14:24:00 WIB

ROKAN HILIR,Riausindo.com — Asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengepul dari areal bekas kebakaran di Kepenghuluan Bantaian, Kecamatan Batu Hampar, Kabupaten Rokan Hilir. 

Polisi bersama TNI, pemerintah daerah, damkar perusahaan, BPBD, MPA, tenaga kesehatan dan masyarakat bergerak cepat melakukan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali membesar.

Pendinginan dilakukan personel gabungan pada Selasa (8/9/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.30 WIB di areal eks Pola KKPA Kepenghuluan Bantaian. Lokasi tersebut diketahui memiliki satu titik hotspot dengan luas lahan terbakar sekitar 1,5 hektare.

Lahan yang terbakar merupakan perkebunan sawit tanaman muda milik Supendi, warga Kepenghuluan Bantaian. Kondisi tanah berupa gambut dengan kedalaman sekitar satu meter membuat proses penanganan tak bisa dilakukan secara sembarangan karena bara api berpotensi menjalar dan kembali muncul dari dalam tanah.

Sebanyak 58 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari 9 personel Polsek Batu Hampar, 9 personel TNI, 2 personel kecamatan, 6 personel Pemerintah Kepenghuluan Bantaian dan MPA, 11 personel Damkar PT Sindora Seraya, 5 personel BPBD, 10 personel Puskesmas Batu Hampar serta 6 masyarakat.

Kapolsek Batu Hampar IPTU Irfan Siswanto, S.H., M.H., mengatakan pendinginan menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran, khususnya karena lokasi berada di kawasan gambut.

“Kami tidak ingin menganggap api sudah padam hanya karena tidak terlihat kobaran", ujarnya. 

Menurut Irfan, di lahan gambut, bara bisa bertahan di bawah permukaan dan sewaktu-waktu kembali membakar. 

"Karena itu pendinginan dan pemantauan terus kami lakukan,” tegasnya Irfan 

Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, personel juga mendata pemilik lahan serta mencari saksi untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. 

Polisi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Pemantauan juga dilakukan secara berkala melalui Dashboard Lancang Kuning (DLK), disertai patroli dan koordinasi dengan pihak perusahaan terkait guna mendeteksi potensi munculnya titik api baru.

Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 16.30 WIB, kondisi lahan masih menyisakan asap sisa kebakaran. 

Meski demikian, situasi secara umum aman dan terkendali. Pendinginan dan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mencegah karhutla kembali berkobar.

( Nurhayati  )