Mahasiswa KKN Universitas Hang Tuah Pekanbaru Gelar Penyuluhan Kesehatan bagi Remaja
PEKANBARU, (Riausindo.com) - 4 SEPTEMBER 2026 – Sebagai bentuk pengabdian dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan bagi para santri di Pondok Pesantren Imam An Nawawi dan Pondok Pesantren Daarut Taukhid Al Maktub, RW 07 Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja, khususnya dalam aspek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kesiapsiagaan terhadap kegawatdaruratan, serta kesehatan mental. Ketiga isu tersebut dipilih mengingat relevansinya dengan dinamika kehidupan santri di lingkungan pesantren.
Sesi ini mengupas bentuk-bentuk perundungan verbal, fisik, sosial, hingga siber. Mahasiswa mengajak santri untuk membangun empati, komunikasi efektif, dan budaya saling menghargai guna menciptakan ekosistem pesantren yang aman dan suportif.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Hal ini menjadi ruang bagi santri untuk menyampaikan berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan akademis diberikan oleh Ns. Bayu Saputra, M.Kep. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang memberikan arahan dalam penyusunan materi dan pelaksanaan kegiatan.
Di tingkat komunitas, program ini mendapat dukungan dari Zainuddin selaku Ketua RW 07 Kelurahan Sialang Rampai. Dari pihak pesantren, kegiatan di Pondok Pesantren Imam An Nawawi didukung oleh Muawiyah, Lc., M.Pd. selaku Kepala Sekolah. Sementara di Pondok Pesantren Daarut Taukhid Al Maktub didukung oleh Gus Mukholladun Hamdan Yuwapi, S.T., M.Pd. selaku Kepala Sekolah.
Tri Anang Meydika selaku Sekretaris Jenderal I BEM Universitas Hang Tuah Pekanbaru yang juga merupakan mahasiswa Keperawatan dan tergabung dalam kelompok KKN tersebut, menyampaikan pandangannya.
“Kegiatan penyuluhan ini adalah bentuk nyata peran mahasiswa keperawatan sebagai agen edukasi dan promotif kesehatan. Kami melihat remaja di pesantren memiliki potensi besar menjadi duta kesehatan di lingkungannya”, katanya.
"Dengan membekali mereka tentang PHBS, pertolongan pertama, dan pentingnya menjaga kesehatan mental dari bullying, kami berharap tercipta generasi santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga sehat secara fisik dan psikis. BEM UHTP akan terus mendorong program pengabdian yang berdampak langsung seperti ini," ujar Tri Anang.
Antusiasme tinggi dari para santri menunjukkan bahwa edukasi kesehatan memiliki urgensi besar di lingkungan pendidikan. Mahasiswa KKN UHTP berharap ilmu yang disampaikan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan, sehingga terbentuk lingkungan pesantren yang bersih, tanggap darurat, dan bebas dari perundungan.
Kolaborasi antara mahasiswa, DPL, pihak RW, dan pengurus pesantren diharapkan menjadi model kemitraan yang terus berlanjut dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, berdaya, dan berkarakter.
( Ocu Ad )