Mahasiswa KKN Gelar Edukasi & Praktik Pijat Laktasi bagi Ibu Menyusui di Posyandu Cik Puan Serumpun

Jumat, 04 September 2026 - 20:08:02 WIB

PEKANBARU,(Riausindo.com) - 4 September 2026 – Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) menyelenggarakan kegiatan edukasi dan praktik pijat laktasi bagi ibu menyusui di Posyandu Cik Puan Serumpun, RW 03, Kelurahan Kulim, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru.

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan fokus peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui dalam perawatan payudara, sekaligus upaya mendukung optimalisasi produksi Air Susu Ibu (ASI).

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan edukasi komprehensif mengenai definisi pijat laktasi, manfaat, serta tahapan pelaksanaannya dengan teknik yang aman, lembut, dan tepat. 

Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa KKN melakukan demonstrasi langsung sehingga para ibu dapat mempraktikkan secara mandiri di rumah. 

Selain praktik, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Forum ini menjadi ruang bagi ibu menyusui untuk berbagi pengalaman serta menyampaikan kendala yang dihadapi selama masa laktasi. 

Pijat laktasi sendiri diharapkan dapat memberikan efek relaksasi, mengurangi ketegangan, dan menunjang kelancaran proses menyusui.

Kegiatan ini mendapat dukungan akademis dari Eka Sabna, M.Kom, M.Pd. dan Octa Dwienda Ristica, SKM, M.Kes. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang memberikan arahan dan pendampingan selama program KKN di Kelurahan Kulim.

Dukungan kelembagaan juga diberikan oleh Suratno selaku Ketua RW 03 Kelurahan Kulim dan Kanengsih selaku Ketua Posyandu Cik Puan Serumpun. Kehadiran dan kolaborasi dari pihak lingkungan serta kader posyandu menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Meytria Vinola Aryuni selaku Bendahara Umum BEM Universitas Hang Tuah Pekanbaru yang juga merupakan mahasiswa Kebidanan dan tergabung dalam kelompok KKN tersebut, menyampaikan apresiasinya.

“Sebagai mahasiswa kebidanan, saya melihat langsung betapa pentingnya edukasi laktasi bagi ibu menyusui. Melalui kegiatan ini kami tidak hanya mengaplikasikan ilmu di bangku kuliah, tetapi juga hadir sebagai sahabat bagi ibu-ibu untuk mendukung keberhasilan ASI Eksklusif”, ujarnya.

"BEM UHTP sangat mendukung penuh kegiatan pengabdian seperti ini, karena inilah wujud nyata mahasiswa berkontribusi untuk kesehatan ibu dan anak di Riau. Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan dan menjadi role model posyandu lain," ungkap Meytria.

Antusiasme peserta yang tinggi dan respons positif menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan berbasis komunitas memiliki dampak signifikan. 

Mahasiswa KKN UHTP berharap kegiatan serupa dapat terus diinisiasi sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Kulim.