Gambut Kembali Berasap, Polsek Payung Sekaki dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Bara
PEKANBARU,(Riausindo.com) — Tim gabungan berjibaku memadamkan dan mendinginkan lahan bekas kebakaran di Jalan Riau Ujung Baru, Gang Syeh Siti Jenar, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Sabtu (29/8/2026). Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan titik-titik asap yang muncul dari vegetasi terbakar hingga lapisan bawah tanah gambut.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L Gaol, S.H., M.M., dengan melibatkan 34 personel gabungan. Mereka terdiri dari 10 personel Polri, 5 TNI, 12 BPBD Kota Pekanbaru, 1 MPA, 4 personel kecamatan dan 2 personel kelurahan.
Petugas mengerahkan dua kendaraan operasional, tiga mesin Menistrake serta 15 roll selang berukuran 1,5 inci untuk menyiram area bekas terbakar. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh atau soaking, terutama pada titik asap yang diduga berasal dari hotspot permukaan maupun bara yang masih bertahan di bawah gambut.
Tak sekadar menyiram, petugas juga membongkar lapisan gambut dan mengurai vegetasi lapuk menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, garu dan batang kayu. Langkah itu dilakukan agar air dapat menembus lapisan gambut lebih dalam dan memutus potensi bara kembali menyala.
Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2,5 hektare dengan karakter gambut dan semak belukar. Pemilik lahan hingga kini masih dalam penyelidikan.
Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L Gaol mengatakan, penanganan tidak boleh berhenti hanya karena api terlihat padam. Menurutnya, karakter gambut membuat bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran ketika kondisi panas dan angin mendukung.
"Kami memastikan api sudah terkendali, tetapi titik asap di bawah gambut masih harus terus kami lakukan pendinginan. Ini yang menjadi perhatian kami agar tidak muncul kembali dan meluas ke lahan lainnya," kata Rafidin.
Petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses menuju lokasi yang harus ditempuh melalui jalur darat dan berjalan kaki, gambut yang dalam serta kering, hingga keterbatasan sumber air dan cuaca panas disertai angin cukup kencang.
Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 18.00 WIB, api berhasil dikendalikan. Namun, karena masih ditemukan asap dari sisa vegetasi di bawah gambut, tim gabungan dijadwalkan kembali melakukan pendinginan pada Minggu (30/8/2026) mulai pukul 08.00 WIB.
Rafidin menegaskan, seluruh area akan kembali diperiksa untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang tersisa. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kebakaran kembali muncul dan meluas ke kawasan sekitar.
( Ocu Ad )