Musim Kemarau Mengancam, Polsek Batu Hampar Perketat Cegah Karhutla
ROKAN HILIR, (Riausindo.com) — Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Polsek Batu Hampar bersama Pemerintah Kepenghuluan Sungai Sialang dan unsur terkait bergerak cepat memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak sampai meluas dan merusak lahan masyarakat maupun lingkungan.
Langkah antisipasi itu dilakukan melalui apel bersama, patroli, pemasangan spanduk larangan karhutla hingga sosialisasi langsung kepada masyarakat di sejumlah lokasi rawan, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 09.20 WIB.
Kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Kepenghuluan Sungai Sialang, Jalan Lintas Bagansiapiapi, Kecamatan Batu Hampar. Tim kemudian bergerak menyisir Jalan Lintas Bagansiapiapi-Parit 05 serta kawasan lahan dan kebun sawit masyarakat di Jalan Pertanian Kepenghuluan Sungai Sialang.
Kegiatan melibatkan Bhabinkamtibmas Kepenghuluan Sungai Sialang Aipda Teguh Basuki, Penghulu Sungai Sialang Albon, SE beserta perangkat, Babinsa Serta Suherman, pihak Puskesmas Bantaian, serta para ketua RT, RW dan kepala dusun.
Tak hanya mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, petugas juga membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan bersama pihak Puskesmas Bantaian. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi cuaca dan kualitas udara yang kurang baik.
Kapolsek Batu Hampar IPTU Irfan Siswanto, S.H., M.H., menegaskan pencegahan karhutla tidak bisa hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Menurutnya, upaya paling efektif adalah mencegah sejak dini dengan melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan.
"Kami mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet dan menimbulkan kerugian besar, baik bagi masyarakat maupun lingkungan," tegas Irfan.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat harus berhati-hati menggunakan api, terutama di kawasan perkebunan dan lahan yang rawan terbakar selama musim kemarau.
"Jangan sampai kelalaian menjadi awal bencana. Kami bersama pemerintah kepenghuluan, TNI, tenaga kesehatan dan seluruh unsur masyarakat akan terus melakukan patroli, sosialisasi serta langkah pencegahan lainnya," ujarnya.
Polsek Batu Hampar juga mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan bukan hanya membahayakan lingkungan, tetapi dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan, mengancam aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelakunya.
Melalui kegiatan tersebut, aparat berharap kesadaran masyarakat semakin kuat sehingga potensi karhutla dapat ditekan sejak dini dan situasi keamanan serta lingkungan di wilayah hukum Polsek Batu Hampar tetap aman dan kondusif.
( Nurhayati )