Terkendala Air Tak Menyurutkan Semangat Personel Gabungan Melakukan Pendinginan Karhutla

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:25:26 WIB

PEKANBARU,(Riausindo.com) — Upaya menjinakkan sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Sidorukun Ujung, RT 07/RW 02, Kelurahan Bandaraya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, masih berlanjut hingga Kamis (27/8/2026). 

Memasuki hari kelima, tim gabungan kembali melakukan pendinginan untuk memastikan bara di lahan gambut seluas sekitar 2 hektare tidak kembali menyala.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L Gaol, S.H., M.M., dengan melibatkan 8 personel Polri, 2 personel TNI, 6 personel BPBD Kota Pekanbaru, serta 4 personel Dinas PUPR Kota Pekanbaru.

Medan yang dihadapi bukan perkara mudah. Lahan terbakar didominasi tanah gambut, semak belukar, tanaman akasia dan pinang. Kondisi tersebut membuat proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh, terutama pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap dari permukaan maupun lapisan bawah tanah.

Tim melakukan penyiraman atau soaking secara berulang. Vegetasi lapuk juga diuraikan dan lapisan gambut dibongkar menggunakan peralatan sederhana seperti batang kayu, cangkul dan garu agar air dapat menembus lebih dalam.

Namun, proses pendinginan menghadapi kendala serius berupa minimnya sumber air. Tim masih mengandalkan suplai dari mobil tangki PUPR, BPBD serta kanal galian masyarakat yang debit airnya juga terbatas.

Keterbatasan jumlah selang dan kemampuan mesin turut membuat penyiraman tidak maksimal untuk menjangkau titik asap yang berada jauh dari sumber air.

Hingga Kamis sekitar pukul 18.00 WIB, proses pendinginan selesai dilakukan. Meski demikian, sejumlah titik masih terpantau mengeluarkan asap tipis sehingga tim belum sepenuhnya meninggalkan lokasi.

AKP Rafidin L Gaol mengatakan pendinginan dilakukan secara menyeluruh karena lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan.

"Kita tidak hanya melakukan penyiraman di permukaan. Titik-titik yang masih mengeluarkan asap kita lakukan penyiraman secara menyeluruh dan tanah gambutnya kita uraikan agar air bisa masuk ke bagian dalam," kata Rafidin.

Dia menjelaskan kendala utama di lapangan adalah keterbatasan sumber air. Kondisi kanal di sekitar lokasi juga belum mampu memenuhi kebutuhan pendinginan secara optimal.

"Yang menjadi kendala adalah sumber air yang minim. Kita masih mengandalkan suplai dari tangki PUPR, BPBD dan kanal masyarakat. Jumlah selang dan jangkauan mesin juga terbatas," ujarnya.

Rafidin menegaskan tim akan kembali melakukan pendinginan pada Jumat pagi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara maupun titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Kita pastikan lokasi ini benar-benar aman. Karena masih ada asap tipis di beberapa titik, besok pagi kegiatan pendinginan akan kita lanjutkan kembali," tegasnya.

( Ocu Ad  )