Kabut Asap Karhutla, Sejumlah Sekolah di Kampar Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:12:00 WIB

Teks Foto, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar

BANGKINANG KOTA, Riausindo.com – Pemerintah Kabupaten Kampar mulai menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara situasional di sejumlah sekolah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada Rabu (26/8/2026), menyusul kondisi kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kabupaten Kampar, nilai ISPU tercatat mencapai 160 dengan parameter kritis Particulate Matter (PM) 2,5.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar, Helmi, mengatakan penerapan PJJ tidak dilakukan secara serentak di seluruh sekolah. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.

“Sekolah diberi kebebasan melaksanakan belajar jarak jauh kalau kualitas udaranya sudah membahayakan anak-anak, dengan berkoordinasi dengan Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan,” kata Helmi, Rabu (26/8/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima Disdikpora Kampar, sejumlah sekolah di Kecamatan Siak Hulu dan Tambang telah melaksanakan pembelajaran secara daring. Namun, penerapan PJJ belum mencakup seluruh sekolah di kedua kecamatan tersebut.

“Dari laporan korwil yang diterima, sekolah-sekolah yang daring ada di Siak Hulu dan Tambang. Tapi tidak semua sekolah di kecamatan tersebut,” jelasnya.

Helmi menegaskan jumlah sekolah yang menerapkan PJJ masih dapat berubah mengikuti perkembangan kualitas udara. Pembelajaran jarak jauh akan diberlakukan selama kondisi udara dinilai berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik.

“Penerapannya tergantung situasi, sampai asap tidak lagi membahayakan anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, sekolah yang masih melaksanakan pembelajaran tatap muka diminta meningkatkan perlindungan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik. Pihak sekolah diingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan, termasuk memastikan siswa dan guru menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.

MBG Tetap Berjalan

Meski sejumlah sekolah menerapkan PJJ, Helmi memastikan pemenuhan kebutuhan peserta didik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi perhatian.

Ia meminta kepala sekolah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan orang tua siswa agar makanan tetap dapat diterima peserta didik meskipun proses pembelajaran berlangsung dari rumah.

“Untuk program MBG bagi anak-anak sekolah, kepala sekolah berkoordinasi dengan SPPG dan orang tua agar anak-anak tetap mendapatkan MBG walaupun belajar jarak jauh,” ungkapnya.

ISPU Kampar Capai 160

Kondisi kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penerapan PJJ di sejumlah sekolah.

Berdasarkan data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada Rabu (26/8/2026) pukul 16.00 WIB, nilai ISPU tercatat mencapai 160. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat, dengan parameter kritis PM2,5.

Kondisi ini menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah Kampar perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak.

Pemerintah daerah pun meminta satuan pendidikan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan serta kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik.