Asap Karhutla Kepung Kerumutan, Polda Riau Turunkan Tim Kesehatan dan Trauma Healing

Ahad, 23 Agustus 2026 - 15:18:50 WIB

PELALAWAN, (Riausindo.com) — Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap warga dan petugas pemadam di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, mendapat penanganan khusus dari Polda Riau. Tak hanya berjibaku memadamkan api, polisi kini mengerahkan tim kesehatan dan psikologi untuk memastikan kondisi fisik serta mental masyarakat maupun petugas tetap terjaga.

Pada Sabtu (22/8/2026), sebanyak 13 personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau diterjunkan ke wilayah terdampak. Pelayanan kesehatan dipusatkan di Kantor Desa Banjar Panjang, kemudian dilanjutkan secara door to door untuk menjangkau warga yang membutuhkan pemeriksaan.

Kabiddokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap masyarakat yang terpapar asap, sekaligus personel Polri, TNI, Manggala Agni dan petugas perusahaan yang selama sepekan terlibat dalam operasi pemadaman.

"Paparan asap dalam waktu lama tentu perlu menjadi perhatian. Karena itu, fokus kami bukan hanya masyarakat, tetapi juga personel yang setiap hari berada di lapangan melakukan pemadaman," kata Parluhutan.

Tim juga membagikan masker, vitamin dan obat-obatan. Selain itu, kesiapan Puskesmas Kerumutan turut diperiksa untuk memastikan fasilitas kesehatan mampu menghadapi kemungkinan meningkatnya warga yang membutuhkan penanganan akibat dampak karhutla.

Hasil pengecekan menunjukkan Puskesmas Kerumutan telah menyiapkan ruang rawat inap sementara dengan empat tempat tidur, dua tabung oksigen besar dan lima tabung oksigen kecil. Fasilitas tersebut juga memiliki 60 kotak masker N95 serta obat-obatan untuk penanganan ISPA bagi balita, dewasa hingga lansia.

Tak berhenti pada penanganan fisik, Polda Riau juga menerjunkan 10 personel Bagian Psikologi Biro SDM untuk memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing. Tim dipimpin Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau AKBP Winarko.

Winarko menegaskan dampak karhutla tidak hanya menyangkut lingkungan dan kesehatan, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi warga maupun petugas yang terus bekerja di tengah situasi bencana.

"Karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan. Ada anak-anak yang kehilangan ruang bermain, orangtua yang cemas karena penghasilan terganggu, termasuk petugas di lapangan yang mengalami kelelahan fisik maupun psikis," ujarnya.

Pendampingan dilakukan melalui penguatan psikis, teknik relaksasi, pendekatan psikologis dan trauma healing, khususnya bagi anak-anak serta warga yang mengalami tekanan akibat bencana. Petugas pemadam juga mendapat pendampingan untuk menjaga kondisi mental di tengah tingginya beban kerja.

Polda Riau memastikan operasi kemanusiaan tersebut tidak berhenti di Kerumutan. Tim trauma healing direncanakan bergerak ke desa-desa lain di Pelalawan yang masih terdampak karhutla dan memiliki kualitas udara buruk.

Penanganan karhutla pun kini diarahkan lebih luas: bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melindungi kesehatan, menjaga kondisi psikologis dan memastikan masyarakat tidak menghadapi dampak bencana seorang diri.

( Ocu Ad  )