Tak Kenal Libur, Tim Gabungan Perangi Karhutla di 3 Lokasi Bengkalis
BENGKALIS,(Riausindo.com) — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis belum sepenuhnya mereda. Bahkan di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, jajaran Polres Bengkalis bersama TNI, Manggala Agni, BPBD, MPA, pemerintah desa dan masyarakat tetap turun ke lapangan memburu titik api di tiga lokasi, Senin (17/8/2026).
Penanganan dilakukan di wilayah Kecamatan Pinggir, Mandau dan Bengkalis. Petugas tak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan, pengecekan hingga penutupan (closing) lokasi untuk memastikan bara api tidak kembali menyala.
Di Kecamatan Pinggir, Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan bersama tim gabungan melanjutkan pendinginan Karhutla yang memasuki hari kesembilan di Jalan Reformasi RT 002/RW 006, Dusun Tambusu, Desa Buluh Apo. Lahan masyarakat yang terbakar diperkirakan mencapai 12 hektare, terdiri atas semak belukar dan tanaman kelapa sawit yang tidak terawat.
Kondisi tanah yang kering, cuaca panas dan embusan angin kencang membuat proses penanganan tidak mudah. Sebanyak 22 personel dikerahkan dengan tiga unit mini striker, sekitar 15 rol selang 1,5 inci dan tiga nozzle, memanfaatkan sumber air dari kanal.
Lokasi tersebut sebelumnya terpantau sebagai hotspot pada 16 Agustus 2026. Meski seluruh area terbakar telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan karena potensi bara kembali memicu kebakaran masih ada. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Sementara di Kecamatan Mandau, personel Polsek Mandau bersama Koramil 03 Mandau, Manggala Agni dan BPBD melakukan pengecekan serta closing di Jalan Tangkahan Tegar, ujung Kanal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu, yang berbatasan dengan Desa Buluh Apo.
Lahan masyarakat yang terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare. Berdasarkan pengecekan, api telah padam setelah sebelumnya kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang pada Jumat (14/8). Kendati demikian, petugas memastikan tidak ada lagi api aktif maupun titik yang berpotensi kembali terbakar.
Penanganan juga dilakukan di Jalan Utama Gang Telon, Desa Temberan, Kecamatan Bengkalis. Kebakaran yang diketahui sejak Minggu (16/8) sekitar pukul 13.00 WIB itu menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan masyarakat yang ditanami sawit, karet dan sagu di kawasan tanah gambut.
Medan gambut yang kering, cuaca panas, angin kencang dan terbatasnya sumber air menjadi tantangan tersendiri. Tim gabungan yang terdiri dari 15 personel BPBD, tiga personel Polri serta sekitar 20 perangkat desa dan masyarakat melakukan pemadaman secara bertahap dengan dua mini striker, 20 rol selang, dua nozzle dan dua selang isap.
Petugas juga memetakan sumber air, membagi personel ke sejumlah titik sebaran api serta melakukan pendinginan untuk mencegah bara kembali menyala. Sebagian besar titik api berhasil dipadamkan.
Dugaan awal, kebakaran di lokasi tersebut berasal dari aktivitas pembakaran tumpukan sampah. Petugas telah memeriksa lokasi dan mengamankan sisa tumpukan sampah yang diduga dibakar. Namun, penyebab pasti dan dugaan unsur pidana masih dalam penyelidikan.
Polres Bengkalis menegaskan penanganan Karhutla dilakukan secara cepat dan berkelanjutan dengan mengedepankan sinergi lintas instansi. Masyarakat juga diminta tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan, terlebih saat cuaca panas dan angin kencang.
Hingga Senin sore, kondisi di tiga lokasi tersebut secara umum aman dan terkendali. Petugas tetap bersiaga dan melakukan pemantauan guna memastikan tidak muncul kembali titik api yang dapat meluas menjadi Karhutla.
( Ocu Ad )