Cerita Unik Danpok Intel Inhu 'Borong' Senyum Warga Lewat Bendera Baru
INDRAGIRI HULU — Semangat nasionalisme dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI AD di lapangan. Komandan Kelompok III Unit Intel Lintas Tengah Kodim 0302/Inhu ~ Kuansing, Peltu A. R. Nuryadin, secara spontan membagikan bendera Merah Putih baru yang layak pakai kepada warga saat melintas di pemukiman penduduk, baru-baru ini.
Aksi tanggap ini berawal ketika Peltu A. R. Nuryadin sedang melaksanakan tugas dan melintas di salah satu area perkampungan warga. Ia mendapati beberapa bendera Merah Putih yang berkibar dalam kondisi kusam, lusuh, dan sudah tidak layak untuk menyambut peringatan hari kemerdekaan.
Saat menyapa dan berbincang langsung dengan warga, Danpok III Unit Intel Lintas Tengah Kodim 0302/Inhu ~ Kuansing ini mendapati alasan yang beragam—mulai dari keterbatasan ekonomi hingga minimnya akses untuk membeli bendera baru di wilayah pemukiman mereka. Tanpa ragu, Peltu A. R. Nuryadin langsung menyerahkan bendera Merah Putih baru agar dapat dikibarkan kembali dengan gagah dan penuh kehormatan.
Dalam kesempatan tersebut, Peltu A. R. Nuryadin menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi sejati dari peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar selebrasi kemenangan sejarah, melainkan momentum untuk mempererat solidaritas antar sesama.
"Arti kemerdekaan itu bukan hanya tentang merayakan kemenangan masa lalu, tetapi bagaimana kita saling bahu-membahu dan peduli saat ada saudara kita yang mengalami kesulitan," tegas Danpok III Unit Intel Lintas Tengah Kodim 0302/Inhu ~ Kuansing, Peltu A. R. Nuryadin.
Langkah kecil namun bernilai besar ini mendapat respons haru dan apresiasi hangat dari warga setempat. Selain mempercantik wajah pemukiman menjelang perayaan HUT RI, aksi ini menjadi pengingat nyata bahwa jiwa kemerdekaan hadir melalui kepedulian dan gotong royong.
Melalui aksi sigap ini, jajaran Kodim 0302/Inhu ~ Kuansing berharap semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air dapat terus menyala di tengah-tengah masyarakat, tanpa terhalang oleh kondisi maupun keterbatasan ekonomi.***