CIMB Niaga Perkuat Layanan Digital di Riau, Bidik Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:00:49 WIB

PEKANBARU,(Riausindo.com) – Di tengah pertumbuhan ekonomi Riau yang mencapai 4,75 persen pada kuartal II 2026, CIMB Niaga memperkuat strategi bisnisnya dengan mengintegrasikan layanan perbankan digital dan jaringan fisik untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha di daerah.

Komitmen itu disampaikan Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan dalam Media Gathering CIMB Niaga di Pekanbaru, Jumat (14/8/2026). CIMB Niaga menilai geliat ekonomi Riau membuka peluang besar bagi sektor perbankan, terutama dalam menyediakan akses pembiayaan, transaksi, dan pengelolaan keuangan yang lebih cepat serta efisien.

Lani mengatakan CIMB Niaga ingin terus menjadi one-stop financial partner bagi masyarakat dan pelaku usaha, mulai dari kebutuhan transaksi sehari-hari, pengelolaan bisnis hingga perencanaan keuangan jangka panjang.

“Di Riau, kami melihat potensi dan optimisme yang kuat dari masyarakat maupun pelaku usaha untuk terus berkembang. Karena itu, kami ingin terus menjadi mitra yang membantu mengembangkan potensi, meraih peluang, dan mencapai berbagai tujuan finansial para nasabah,” kata Lani.

Dari sisi kinerja, CIMB Niaga mencatatkan aset konsolidasi sekitar Rp382 triliun. Pertumbuhan kredit secara tahunan mencapai sekitar 6,6 persen, dengan segmen korporasi menjadi salah satu pendorong utama melalui pertumbuhan sekitar 13,8 persen.

Sementara pertumbuhan kredit segmen usaha kecil dan menengah (UKM) berada di kisaran 2,9 persen. Segmen tersebut menjadi salah satu fokus CIMB Niaga di tengah tantangan industri perbankan dan kondisi daya beli masyarakat.

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) CIMB Niaga tumbuh sekitar 3 persen, sementara porsi giro dan tabungan atau CASA mencapai sekitar 71,7 persen. Kondisi tersebut dinilai memberikan dukungan terhadap pengelolaan biaya dana perseroan.

Yang tak kalah menonjol adalah percepatan transaksi digital. CIMB Niaga menyebut lebih dari 90 persen transaksi nasabah kini dilakukan melalui kanal digital, bukan lagi secara manual di kantor cabang.

Untuk nasabah individu, CIMB Niaga mengandalkan OCTO, sedangkan pelaku usaha dapat memanfaatkan OCTOBIZ untuk mengelola transaksi dan operasional bisnis. CIMB Niaga juga menyediakan OCTO Merchant sebagai solusi penerimaan pembayaran digital bagi merchant.

“Perubahan perilaku nasabah terus bergerak ke layanan digital. Karena itu, kami terus mengembangkan kapabilitas digital agar transaksi menjadi lebih sederhana, cepat dan nyaman,” ujar Lani.

Meski menggenjot digitalisasi, CIMB Niaga memastikan keberadaan jaringan fisik tetap dipertahankan sesuai kebutuhan masyarakat. Di Riau, CIMB Niaga memiliki 8 jaringan kantor cabang serta 33 fasilitas ATM/CRM yang tersebar di sejumlah lokasi strategis.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya CIMB Niaga menggabungkan kekuatan layanan digital dengan kedekatan jaringan fisik. Transformasi kantor cabang juga diarahkan menuju konsep digital maupun hybrid, sehingga layanan dapat menyesuaikan perubahan kebutuhan nasabah.

Selain ekspansi layanan, CIMB Niaga turut memperkuat agenda keberlanjutan. Hingga Juni 2026, program pendidikan dan literasi keuangan perseroan telah menjangkau lebih dari 100 ribu siswa di lebih dari 1.000 sekolah di Indonesia.

Khusus di Pekanbaru, dalam dua tahun terakhir program tersebut telah menjangkau 297 pelajar dari dua sekolah menengah, termasuk melalui pembukaan rekening sebagai bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan dan budaya menabung sejak dini.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, CIMB Niaga melalui program Community Link #JadiBerkelanjutan telah memberikan pelatihan kewirausahaan kepada hampir 1.000 UMKM serta menyalurkan pinjaman tanpa bunga kepada 150 UMKM.

Sementara di bidang lingkungan, melalui inisiatif The Cooler Earth, CIMB Niaga sejak 2012 telah menanam lebih dari 115 ribu bambu di sejumlah wilayah Indonesia dengan potensi serapan karbon kumulatif lebih dari 15 ribu ton setara CO?.

Lani menegaskan keberlanjutan tidak hanya ditempatkan sebagai program sosial, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis CIMB Niaga.

“Keberlanjutan merupakan bagian penting dari cara kami menjalankan bisnis. Kami ingin menghadirkan kontribusi yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga manfaat sosial dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat,” katanya.

CIMB Niaga sendiri akan memasuki usia 71 tahun pada 26 September 2026. Memasuki usia tersebut, perseroan menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama nasabah dan masyarakat Indonesia melalui penguatan layanan digital, pembiayaan berbagai sektor usaha, serta program sosial dan lingkungan.

Dengan pertumbuhan ekonomi Riau yang masih positif, CIMB Niaga melihat daerah ini tetap memiliki ruang besar untuk pengembangan bisnis dan inklusi keuangan. Perbankan digital, penguatan UMKM, serta pembiayaan sektor produktif menjadi sejumlah kunci yang diproyeksikan semakin menentukan arah pertumbuhan ekonomi Riau ke depan.

( Ocu Ad  )