Heboh Harimau Muncul di Pasir Putih Kampar, BBKSDA Riau Turun Tangan: Ternyata Hoaks!

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:17:01 WIB

PEKANBARU, (Riausindo.com) — Kabar kemunculan harimau Sumatera di kawasan Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Riau, yang sempat bikin warga geger akhirnya terungkap, Kamis (13/8/2026). Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan informasi dan foto yang beredar luas melalui media sosial serta WhatsApp tersebut hoaks.

Kepastian itu diperoleh setelah tim BBKSDA Riau bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa/kelurahan, RT/RW dan masyarakat melakukan koordinasi serta penelusuran langsung ke lokasi yang disebut sebagai tempat munculnya harimau pada 11-12 Agustus 2026.

"Hasil pemeriksaan di lapangan tidak menemukan satu pun tanda kuat keberadaan harimau Sumatera", dalam keterangan yang dirilis.

Petugas tidak menemukan jejak kaki harimau, kotoran, sisa mangsa atau makanan, maupun bekas goresan kuku yang dapat mengindikasikan keberadaan satwa liar tersebut.

Penelusuran juga mengungkap bahwa foto yang beredar berasal dari sebuah pesan yang kemudian diteruskan dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya hingga menjadi viral di kalangan warga.

Setelah dilakukan pemeriksaan lokasi, koordinasi dengan unsur terkait serta analisis terhadap foto tersebut, BBKSDA Riau menyatakan informasi mengenai kemunculan harimau sebagaimana foto yang beredar tidak benar atau hoaks.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah dan tetap waspada saat beraktivitas, terutama apabila menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar.

BBKSDA Riau mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan sendiri jika menemukan jejak atau tanda keberadaan harimau. Temuan sebaiknya didokumentasikan dengan jelas, termasuk mengukur jejak sebagai pembanding ukuran jika kondisi memungkinkan dan aman.

Warga juga diminta mencatat titik lokasi atau koordinat temuan dan segera melaporkannya kepada BBKSDA Riau agar petugas dapat melakukan pemeriksaan serta mengambil langkah mitigasi apabila benar terjadi konflik satwa liar.

Masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun WhatsApp sebelum memastikan kebenarannya. Bijak bermedia, tetap waspada, dan jangan sampai kabar yang belum terverifikasi memicu kepanikan di tengah masyarakat.

( Ocu Ad  )